Life Style

Selain Posisi Tidur, ini 5 Faktor yang Bisa Menyebabkan Anda Ngorok

Radarbekasi.id – Tahukah Anda bahwa posisi tidur yang baik bisa jadi cara untuk menghindari masalah mendengkur? Hanya dengan menerapkan hal tersebut, itu bisa membantu Anda serta pasangan tidur lebih nyenyak!

Mengorok kerap tidak disadari karena volumenya yang kecil. Namun, sekecil apa pun suaranya, itu juga dapat mengganggu hingga Anda sendiri maupun pasangan jadi terbangun.

Mengorok sebenarnya hal yang sering ditemukan dimana-mana. Kaum pria-lah yang biasanya mengalami kondisi ini, meski wanita juga ada. Selain itu, orang yang obesitas biasanya juga akan ngorok saat tidur.

Meski dianggap hal biasa, ngorok bisa mengurangi energi yang Anda miliki di keesokan harinya. Alhasil, Anda akan lelah dan sulit konsentrasi!

Berangkat dari masalah itulah, salah posisi tidur harus segera diatasi supaya tak bikin Anda mendengkur.

Posisi Tidur yang Salah Menyebabkan Ngorok
Untuk penderita obstructive sleep apnea, salah posisi tidur bisa berdampak buruk. Ngorok yang dihasilkan bisa semakin keras jika penderitanya tidur terlentang.

Cara agar tidak mendengkur buat penderita sleep apnea adalah mereka harus tidur menyamping. Pasalnya, tidur terlentang berdampak pada gravitasi terhadap saluran pernapasan atas.

Gaya gravitasi yang terjadi saat tidur terlentang membuat lidah dan langit-langit mulut jatuh ke tenggorokan. Itu memicu penyempitan saluran napas dan bikin napas jadi tak normal!

Di luar persoalan salah posisi tidur, adapun faktor risiko yang dapat menyebabkan ngorok, antara lain berikut ini.

1. Usia Lanjut
Penuaan menyebabkan relaksasi pada otot lidah dan tenggorokan. Alhasil, timbul getaran saat menarik napas dan menyebabkan suara mendengkur.

2. Kondisi Hidung dan Tenggorokan
Tulang hidung yang bergeser ke salah satu sisi, polip hidung, dan adanya amandel yang membesar, alergi, maupun sedang mengalami pilek, merupakan beberapa penyebab mendengkur.

3. Konsumsi Alkohol
Mengonsumsi minuman keras sebelum tidur tidak akan membuat Anda tidur nyenyak.

Alkohol merupakan pelemas otot, sehingga itu juga memengaruhi otot tenggorokan dan saluran pernapasan. Lalu, otot tenggorokan akan menghasilkan getaran ketika tidur.

4. Berat Badan Berlebih
Dengan lemak yang tertimbun, kekuatan otot akan melemah dan meningkatkan jaringan lemak di sekitar leher dan tenggorokan.

5. Bentuk Dagu
Dagu yang berbentuk retrognathia akan mendorong saluran pernapasan atas ke bagian belakang tenggorokan, sehingga mempersempit saluran dan menimbulkan suara ngorok.(klikdokter/jpnn)

Related Articles

Back to top button