BekasiBerita UtamaMetropolis

Berboncengan Motor jadi Pelanggaran Terbesar PSBB Kota Bekasi

PSBB
ILUSTRASI: Petugas kepolisian memberhentikan sejumlah pengendara sepeda motor saat melintasi check point PSBB di Jalan Sultan Agung Medan Satria Kota Bekasi, Selasa (28/4). Tim Pengawasan Pergerakan Orang dan Kendaraan Kota Bekasi mencatat 17.371 pelanggar peraturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diberikan teguran tertulis di 32 check point.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Tim Pengawasan Pergerakan Orang dan Kendaraan Kota Bekasi mencatat 17.371 pelanggar peraturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diberikan teguran tertulis di 32 check point.

Data tersebut merupakan catatan kumulatif sejak PSBB diterapkan pada 15 April – 5 Mei 2020. Adapun rinciannya, berboncengan sepeda motor tak satu alamat di KTP jadi pelanggaran terbesar 15.038, disusul pelanggaran tidak menggunakan masker 1.848 dan melebihi kapasitas 485.

Koordinator Tim Pengawasan Pergerakan Orang dan Kendaraan pada PSBB Kota Bekasi, Cecep Suherlan mengatakan, meski jumlah pelanggar PSBB mencapai 17 ribu lebih, namun dari hari ke hari mengalami penurunan.

“Berarti kesadaran masyarakat kita sudah mulai tinggi, meski pelanggaran dengan teguran ini sudah menurun setiap harinya. Namun kita harapkan masyarakat harus memiliki kesadaran tinggi dan patuh terhadap kebijakan pemerintah saat ini. Demi kesehatan dan kebaikan diri dan orang yang mereka sayangi,” kata Cecep, Jumat (8/5).

Dalam penegakan PSBB, Pemerintah Kota Bekasi menerjunkan relawan bersama TNI-Polri untuk memperketat pengawasan dan melakukan berbagai upaya sosialisasi ditengah masyarakat dalam memutus rantai penyebaran Covid19 di Kota Bekasi. (oke)

Related Articles

Back to top button