Berita UtamaPendidikan

Kuota Penerima Bantuan Kemenag Terbatas

INSERT: Kasi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Kantor Kemenag Kota Bekasi, Mulyono Hilman Hakim

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bekasi telah menyalurkan bantuan paket sembako kepada masyarakat terdampak Covid-19. Penerima bantuan merupakan guru madrasah, guru pendidikan agama islam (PAI), penyuluh dan ustaz pondok pesantren.

Kepala Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Kantor Kemenag Kota Bekasi Mulyono Hilman Hakim menjelaskan, bantuan paket sembako senilai Rp 250 ribu dari Kemenag RI ini telah disalurkan kepada masing-masing penerima di wilayahnya.

“Bantuan paket sembako ini telah kami salurkan kepada 19 orang penerima pada Senin (18/5),” jelas Mulyono, kepada Radar Bekasi, Selasa (19/5).

Rincian penerima, 12 guru madrasah, 5 guru PAI, 1 penyuluh dan 1 ustaz pondok pesantren. Menurut Mulyono, bantuan dari Kemenag RI disalurkan ke seluruh Indonesia. Oleh karena itu, jumlah penerima bantuan terbatas.

“Bantuan ini diberikan ke seluruh Indonesia. Oleh karenanya bantuan tidak bisa diberikan secara menyeluruh kepada guru agama maupun guru ngaji di Kota Bekasi. Sebab untuk Kota Bekasi sendiri hanya memiliki kuota terbatas,” jelasnya.

Ia mengakui, bahwa semua masyarakat saat ini terdampak Covid-19. Namun, pihaknya tak bisa berbuat banyak mengenai terbatasnya penerima bantuan karena kuota ditentukan oleh pusat.

“Memang saat ini semua pasti terkena dampaknya, namun kembali lagi dengan kuota yang diberikan oleh Kemenag RI. Kita hanya menyampaikan sesuai dengan apa yang dijelaskan,” katanya.

Mulyono berharap, bantuan ini dapat bermanfaat bagi penerima. Selain itu, pandemi diharapkan bisa cepat berakhir sehingga para guru bisa kembali beraktivitas.

Salah satu guru madrasah yang enggak disebutkan namanya mengungkapkan, dirinya mengetahui informasi bantuan dari Kemenag sejak dua minggu lalu. Namun, ia tak mendapatkan bantuan tersebut. Kendati demikian, hal itu bukan menjadi suatu masalah baginya. (dew/oke)

Close