Bekasi

Status New Normal Bisa Dicabut

ADAPTASI NEW NORMAL : Suasana pengunjung masih terlihat sepi di Metropolitan Mall Bekasi, Rabu (10/6). Pemerintah Kota Bekasi membuka sejumlah mal dengan menerapkan protokol Covid-19 di masa transisi menuju tatanan kehidupan baru (new normal). RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sejumlah pusat perbelanjaan di Kota Bekasi mulai dibuka, menyusul penerapan new normal atau tatanan kehidupan baru. Kendati demikian, pengunjung wajib mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan.

Pantauan Radar Bekasi di Pusat Perbelanjaan Mega Bekasi Hypermall, setiap pengunjung yang masuk di periksa suhu tubuhnya. Sayangnya, personil keamanan hanya bekerja sendiri hingga terlihat kewalahan, terlebih tak ada aparat TNI-POLRI yang sesuai arahan diminta untuk ikut berjaga di setiap mal.

Sedangkan dari beberapa tenant atau toko yang sudah buka, rupanya masih ada penjaga tenant yang tidak gunakan masker, begitu juga pengunjung yang mesti pakai masker tapi dilepas dan dibiarkan tergantung didagunya. “Nyesek mas gunain masker terus, nanti juga saya pakai lagi. Susah napasnya,” ujar seorang pengunjung Mega Bekasi Hypermall yang tidak mau menyebutkan namanya.

Sementara itu, Purwanto salah satu perwakilan pengelola Mega Bekasi Hypermall mengaku pengelola telah jalankan protokol kesehatan. Ketika ditanya soal kondisi dan situasi mal pasca buka kembali bagaimana, dia mengakui, tak tahu detail hal tersebut. ”Saya bagian promosi, yang tahu data detailnya itu marketing,” singkatnya melalui pesat Whatsapp.

Sementarta itu, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, selaku Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 melakukan sidak di Metropolitan Mall Bekasi, bersama Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Wijonarko, dan beberapa Kepala SKPD.

Di lokasi itu, Wali Kota melihat persiapan seperti restoran yang sudah menerapkan pengaturan bangku dan meja, untuk tempat pembeli memakan hidangan yang dipesannya. Selain itu, penjaga kasir pun memakai pelindung muka guna melayani para customernya.

“Tapi pada dasarnya, secara umum kami melihat penerapan protokol kesehatan sudah dilakukan dengan cukup baik oleh sejumlah tenant-tenant di Mall tersebut, bahkan saya melihat mereka cukup inovasi dan kreativitas, seperti menempatkan kardus kosong berisi himbauan di lokasi tempat duduk,” kata Rahmat di Metropolitan Mall Bekasi, Rabu (10/6).

Dia mengaku bertindak tegas kepada pengelola pusat perbelanjaan, jika memang masih ditemukan adanya pelanggaran protokol kesehatan oleh sejumlah tenant-tenant yang ada di tempatnya. “Jadi, kalau ada masih ditemukan ada pelanggaran ya kami pastikan bakal beri sanksi, khususnya sanksi teguran kepada pihak pengelola mallnya,” tegasnya.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pemerintah daerah yang telah menerapkan new normal untuk hati-hati. Karena penyebaran Covid-19 masih merajalela dan hingga saat ini belum ditemukan vaksinnya.

Karena itu, lanjut Jokowi bisa saja daerah yang tadinya sudah dianggap aman. Namun ternyata malah terjadi penularan. “Hati-hati jangan sampai lengah. Karena sekali lagi di lapangan masih dinamis,” ujar Jokowi di Kantor BNPB, Jakarta, Rabu (10/6).

Jokowi juga menuturkan, jika daerah ada yang telah menerapkan new normal. Namun tiba-tiba terjadi penularan yang cukup tinggi. Maka pemerintah akan menutup kembali. Sehingga status new normal tersebut dicabut.“Jika dalam perkembangan ditemukan kenaikan kasus baru. Maka akan langsung kita lakukan pengetatan atau penutupan kembali,” katanya.

Oleh sebab itu, Jokowi mengingatkan, keberhasilan masyarakat dalam melawan Covid-19 ini sangat bergantung kepada kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan. Maka penularan virus Korona bisa dikendalikan. Sehingga tidak terjadi penularan virus tersebut.“Jadi saya tegaskan, keberhasilan pengendalian Covid-19 ini sangat ditentukan oleh kedisiplinan dan protokol kesehatan,” pungkasnya.

Terpisah, grafik pertambahan angka kasus positif Covid-19 masih menunjukkan tren yang naik. Setelah sebelumnya menembus angka di atas 1.000 orang yang terinfeksi, hari ini, Rabu (10/6), kasus baru Covid-19 bertambah 1.247 dalam sehari. Sehingga kini totalnya menjadi 34.316 kasus.

Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Achmad Yurianto menjelaskan, naiknya pertambahan kasus secara signifikan disebabkan oleh tes yang dilakukan secara masif. Ini terlihat dari jumlah spesimen harian yang diuji sudah sebanyak 17.757 per hari, dengan total 446.918 spesimen keseluruhan.“Pemeriksaan ini memberikan tambahan kasus positif konfirmasi, 1.241 kasus positif,” katanya dalam konferensi pers, Rabu (10/6).

Selain itu, Yurianto menilai, sejauh ini masih ada orang sakit yang tak melakukan isolasi di tengah-tengah masyarakat. Dan masih banyak protokol kesehatan yang tak dipatuhi.“Serta masih ada masyarakat yang rentan. Karena perilakunya belum menjaga jarak dengan mematuhi protokol kesehatan,” tandasnya. (mhf/jpc)

Related Articles

Back to top button