Metropolis

Urai Kemacetan Area Stasiun

ILUSTRASI: Ojol saat mencari order. Foto: Dery Ridwansah/Jawa Pos

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kepadatan arus lalu lintas ditambah banyaknya ojek daring hingga kendaraan umum yang menunggu penumpang di area Stasiun Bekasi, membuat kondisi jalan sekitar semrawut.

Kondisi itu telihat di Jalan Perjuangan serta depan Stasiun Bekasi, terutama pada jam sibuk.

Melihat hal itu, Wakil Wali Kota Bekasi,Tri Adhianto menginstruksikan kepada TNI, Polri, Dishub serta petugas Stasiun Bekasi untuk lebih tegas dalam mengkoordinir antrean angkot dan ojek daring yang mangkal di depan Stasiun Bekasi hingga membuat kemacetan panjang.

“Saya minta angkot dialihkan mangkalnya untuk tidak lagi di depan Stasiun Bekasi. Petugas harus mengarahkan antrean angkot ke Jalan Diklat dan tidak lagi angkot di depan stasiun begitu juga dengan Ojol,” ucap Tri Sapaan akrabnya, Kamis (8/7).

Menurutnya, di masa adaptasi new normal social distancing harus diterapkan bagi siapapun dan dan dimanapun. Selain angkot dan ojol, palaku usaha di Kota Bekasi juga harus mengikuti aturan protokol kesehatan.

“Untuk itu perlu area yang lebih leluasa untuk angkot dan Ojol agar tidak mengganggu arus lalu lintas dan para penumpang KAI, maka angkot dan Ojol harus di rapihkan ke samping Stasiun Bekasi jalan Diklat,” terangnya.

Menurutnya, dengan di alihkannya angkot dan Ojol untuk mangkal di Jalan Diklat kemungkinan besar Jalan Perjuangan akan lancer. “Saya akan kerahkan petugas untuk menertibkan angkot dan Ojol yang masih mangkal di Jalan Perjuangan, apabila masih ada yang membandel saya minta kepada TNI, Polisi dan Dishub untuk menindak tegas mereka,angkot dan ojol,” tutupnya. (pay)

Kepadatan arus lalu lintas ditambah banyaknya ojek daring hingga kendaraan umum yang menunggu penumpang di area Stasiun Bekasi, membuat kondisi jalan sekitar semrawut.

Kondisi itu telihat di Jalan Perjuangan serta depan Stasiun Bekasi, terutama pada jam sibuk.

Melihat hal itu, Wakil Wali Kota Bekasi,Tri Adhianto menginstruksikan kepada TNI, Polri, Dishub serta petugas Stasiun Bekasi untuk lebih tegas dalam mengkoordinir antrean angkot dan ojek daring yang mangkal di depan Stasiun Bekasi hingga membuat kemacetan panjang.

“Saya minta angkot dialihkan mangkalnya untuk tidak lagi di depan Stasiun Bekasi. Petugas harus mengarahkan antrean angkot ke Jalan Diklat dan tidak lagi angkot di depan stasiun begitu juga dengan Ojol,” ucap Tri Sapaan akrabnya, Kamis (8/7).

Menurutnya, di masa adaptasi new normal social distancing harus diterapkan bagi siapapun dan dan dimanapun. Selain angkot dan ojol, palaku usaha di Kota Bekasi juga harus mengikuti aturan protokol kesehatan.

“Untuk itu perlu area yang lebih leluasa untuk angkot dan Ojol agar tidak mengganggu arus lalu lintas dan para penumpang KAI, maka angkot dan Ojol harus di rapihkan ke samping Stasiun Bekasi jalan Diklat,” terangnya.

Menurutnya, dengan di alihkannya angkot dan Ojol untuk mangkal di Jalan Diklat kemungkinan besar Jalan Perjuangan akan lancer. “Saya akan kerahkan petugas untuk menertibkan angkot dan Ojol yang masih mangkal di Jalan Perjuangan, apabila masih ada yang membandel saya minta kepada TNI, Polisi dan Dishub untuk menindak tegas mereka,angkot dan ojol,” tutupnya. (pay)

Related Articles

Back to top button