Bekasi

Kebakaran Renggut Tiga Nyawa

PASCA KEBAKARAN : Polisi mengamati bangunan rumah dua lantai yang ludes terbakar di Perumahan Griya Jatimurni, Pondok Melati, Kota Bekasi, Senin (13/7). RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Nasib nahas menimpa Adi Yularso. Pria berusia 53  tahun ini harus kehilangan istri serta kedua orang anaknya dalam kebakaran hebat yang terjadi di kediamannya di Perum Griya Jatimurni, Kelurahan Jatimurni, Kecamatan Pondok Melati, Senin (13/7) dini hari.

Sang istri Tris Ambarwati (48) ditemukan meninggal dunia di kamar mandi rumah, sementara kedua anaknya Liko Rahen (20) serta Nivea Lovely (14) ditemukan di kamar tidur. Jasad ibu dan kedua anaknya dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk dilakukan autopsi. Dari peristiwa ini, Adi dan anak pertamanya, Lafim Basam (24) selamat dari peristiwa nahas tersebut.

Pantauan Radar Bekasi rumah yang berlokasi di blok D nomor 11, RT 04/05 tersebut, nampak hangus terbakar. Dari luar rumah terlihat, hanya bagian atap dan tiang yang terdiri dari baja ringan masih berdiri. Beruntung dua rumah yang menghimpit tidak ikut terbakar, namun tembok terlihat menghitam terkena kobaran api.

“Sempat merembet (api), cuma kita sudah antisipasi duluan, kita gotong royong,”ungkap salah satu tetangga korban, Heri Susanto (37) saat dijumpai di lokasi.

Pria pemilik rumah persis di samping rumah korban tersebut menyaksikan proses pemadaman yang dilakukan oleh tetangga sekitar. Ia menyaksikan istri korban sempat keluar rumah untuk menyelamatkan diri, namun kembali masuk kedalam rumah untuk menyelamatkan kedua anaknya. Keduanya belum terlihat keluar dari dalam rumah saat api sudah membesar. Kedua anak tersebut ditemukan tewas terbakar dalam kondisi berpelukan di kamar tidur.

“Jadi istrinya (ditemukan) di kamar mandi, anaknya yang dua itu lagi pelukan di kamar,” lanjut Heri.

Selama ini, rumah tersebut dihuni lima anggota keluarga, terdiri dari pasangan suami istri, serta tiga anak. Kedua anak yang tewas terbakar masih menempuh pendidikan sebagai mahasiswa dan pelajar. Tetangga sekitar rumah sempat panik ketika api semakin membesar, mereka sempat mengeluarkan barang-barang dan berkas penting dari dalam rumah. Rumah dua lantai milik Adi diketahui masih dalam proses renovasi.

Api mulai membakar isi rumah pukul 03.30 dini hari, api terlihat sudah membakar tempat tidur di ruang keluarga. Api di duga berasal dari pembakaran obat nyamuk.

“Di duga api berasal dari pembakaran obat nyamuk yang merambat ke kasur dan menjalar ke seluruh rumah,” terang Kasi Rencana Penyelamatan dan Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi, Yana Rohyana.

Api berhasil dipadamkan dua jam setelahnya dengan menerjunkan lima mobil pemadam ke lokasi kejadian. Selain adanya korban jiwa, kerugian fisik ditaksir mencapai Rp1 miliar. (sur)

 

Related Articles

Back to top button