RADARBEKASI.ID, BEKASI — Para santri di sejumlah pondok pesantren (ponpes) tengah mengikuti ujian sebagai salah satu syarat kelulusan.
Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kota Bekasi, Ismail Anwar, mengatakan ujian tersebut berada di luar kurikulum harian yang diterapkan di ponpes.
“Untuk ujian ponpes ini di luar dari kurikulum yang diterapkan sehari-hari,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Selasa (28/4/2026).
Ia menjelaskan, materi ujian meliputi praktik salat, hafalan Al-Qur’an, kitab turats (kuning), bahasa Arab, ilmu nahwu, fikih, serta tajwid, baik secara lisan maupun tulisan.
“Nilai dari hasil ujian tersebut menjadi bagian dari pelengkap bagi santri-santriwati dinyatakan lulus,” tuturnya.
Menurut Ismail, tantangan terbesar yang dihadapi santri umumnya terdapat pada ujian lisan karena harus berhadapan langsung dengan penguji.
“Biasanya mereka cukup sulit untuk mengikuti ujian secara lisan, karena harus berhadapan langsung dengan penguji,” ucapnya.
Meski begitu, penguji tetap memberikan kesempatan bagi santri yang belum memenuhi standar untuk memperbaiki hasilnya.
“Tentu setiap penguji memberikan kebijakan bagi santri- santriwati-nya,” beber Ismail.
Pelaksanaan ujian ponpes berlangsung hingga awal Mei 2026, sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
“Untuk menilai hasil ujian ponpes ini, kemungkinan sampai awal Mei,” terang Ismail. (dew)











