Berita UtamaPendidikan

Hampir Seluruh Ponpes Terima Santri Kembali

Ponpes
PEMBELAJARAN TATAP MUKA: Sejumlah santri Tahfidz DTI Kota Bekasi mengikuti pembelajaran secara tatap muka. Dewi Wardah Radar Bekasi

Radarbekasi.id – Hampir seluruh pondok pesantren (ponpes) di Kota Bekasi menerima santrinya kembali untuk mengikuti pembelajaran secara tatap muka. Santri yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia itu terlebih dahulu telah menjalani rapid test sebagai upaya meminimalisir penularan Covid-19.

Kepala Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bekasi Mulyono Hilman mengatakan, pihaknya bersama Dinas Pendidikan dan Forum Komunikasi Ponpes telah melakukan monitoring ke 13 ponpes yang melakukan pembelajaran secara tatap muka. Antaralain ponpes Annida Al Islamy, Al Fatih, Al Ihya, Thariqul Jannah, As Suryaniyah dan Khairul Bariyah.

“Kita sudah melakukan monitoring di sejumlah ponpes, monitoring ini akan kami lakukan secara berkala. Saat ini sudah ada 13 ponpes yang kita lihat persiapan dan kesiapannya dalam menerima santrinya kembali dan melakukan aktivitasnya di masing-masing ponpes,” ungkapnya kepada Radar Bekasi, Minggu (2/8).

Lebih lanjut dikatakannya, hampir seluruh ponpes menerima santrinya kembali untuk mengikuti pembelajaran secara tatap muka. Berdasarkan data yang dihimpun Kemenag Kota Bekasi terdapat 50 ponpes dengan jumlah santri 2.263 orang.

“Sudah hampir 90 persen seluruh ponpes menerima para santrinya kembali,” ujarnya.
Mulyono mengatakan, kegiatan pembelajaran secara tatap muka di ponpes pada masa pandemi ini dilakukan masih sangat terbatas sesuai surat edaran Wali Kota Bekasi. Belum normal sepenuhnya.

“Jadi saat ini santri melakukan kegiatan keagamaan saja di ponpes, seperti mengaji, salat dan membersihkan lingkungan ponpes. Kegiatan pembelajaran secara tatap muka masih kita batasi dan belum dilakukan secara aktif,” tuturnya.
Sementara Pengasuh Ponpes Annur Eri Mutawalli menyampaikan, saat ini pihaknya sudah menerima kembali 200 santri dari jumlah keseluruhan sebanyak 500 santri. Saat ini para santri hanya melakukan kegiatan keagamaan.

“Kita sudah menerima kembali santri kurang lebih 50 persen dari jumlah keseluruhan. Kegiatan tatap muka memang cukup terbatas, hanya kegiatan keagamaan seperti ngaji dan salat saja yang aktif rutin kita laksanakan,” jelasnya.

Eri memastikan, pihaknya menerapkan protokol kesehatan yang ketat di ponpes. Para santri harus menjalani rapid test terlebih dahulu sebelum kembali ke pondok.
“Kegiatan keagamaan kita lakukan sesuai dengan protokol kesehatan, santri yang sudah kembali juga sudah dinyatakan non reaktif,” pungkasnya. (Dew)

Related Articles

Back to top button