Berita Bekasi Nomor Satu
Bekasi  

Hadapi Potensi Cuaca El Nino, Disdamkarmat Kota Bekasi Siaga Ancaman Kebakaran di TPA Sumurbatu

ILUSTRASI: TPA Sumurbatu Kota Bekasi. FOTO: RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumurbatu serta Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, seiring dengan potensi cuaca panas akibat fenomena El Nino yang diperkirakan terjadi di wilayah Kota Bekasi.

Sekretaris Disdamkarmat Kota Bekasi, Haryanto, mengungkapkan, suhu panas yang meningkat akibat fenomena El Nino dapat menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya kebakaran di tempat pembuangan sampah tersebut.

“Ditambah lagi dengan material yang mudah terbakar yang sangat perlu kita antisipasi sesungguhnya adalah potensi kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah,” ujar Haryanto saat ditemui di Gedung DPRD Kota Bekasi, dikutip Selasa (16/06/2026).

BACA JUGA: BNPB Peringatkan Potensi Longsor Susulan di TPST Bantargebang Akibat Cuaca Ekstrem di Jabodetabek

Haryanto menuturkan kondisi tersebut menuntut adanya pengawasan, penanganan, dan pemetaan yang lebih intensif terhadap potensi kebakaran di lokasi TPA maupun tempat penampungan sampah lainnya.

“Karena risikonya juga jauh lebih besar. Itulah mengapa kami juga tengah melakukan pemetaan pada kondisi di wilayah TPA maupun TPS,” tuturnya.

Ia menambahkan, fenomena El Nino berpotensi memperburuk kondisi tumpukan sampah yang mengering akibat paparan suhu tinggi. Situasi tersebut dinilai dapat memicu munculnya titik api yang berujung pada kebakaran.

“Terlebih untuk sampah plastik, jika sudah terbakar, apinya tidak hanya berada di permukaan atas, melainkan sudah menjalar ke bagian bawah. Ini yang sulit penanganannya dan tidak bisa disamakan dengan kebakaran biasa,” pungkasnya.

Lebih lanjut, upaya pencegahan itu juga berkaitan dengan datangnya musim kemarau yang diprediksi akan melanda Kota Bekasi dalam waktu dekat.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya memperkirakan musim kemarau pada tahun ini di sejumlah wilayah berpotensi berlangsung lebih lama dibandingkan biasanya dengan kondisi yang lebih kering. (zak)