Metropolis

Ribuan Kendaraan Terjaring OPJ

Kasatlantas Polres Metro Bekasi, AKBP Ojo Ruslani, sedang mengatur lalulintas

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sebanyak 2.031 kendaraan dilakukan penilangan selama Operasi Patuh Jaya (OPJ) tahun 2020 ini. Adapun sanksi bagi pelanggar berupa teguran tertulis, sebanyak 2.321. Dalam OPJ yang dimulai sejak Kamis (23/7) lalu ini, pelanggaran didominasi melawan arah dan tidak menggunakan helm.

Kasatlantas Polres Metro Bekasi, AKBP Ojo Ruslani mengatakan, apabila dibandingkan dengan OPJ tahun lalu, penindakan mengalami penurunan sebanyak 54 persen. Dalam OPJ sebelumnya, yang ditindak mencapai 4.379 pelanggar. Sedangkan untuk teguran, mengalami peningkatan sebanyak 16 persen dari tahun 2019 lalu.

“Pada OPJ 2020 ini, untuk teguran tertulis ada 2.321, kemudian penilangan sebanyak 2.031. pelanggaran didominasi melawan arus dan tidak menggunakan helm,” terang Ojo kepada Radar Bekasi, Rabu (5/8).

Mantan Kasatlantas Polres Metro Bekasi Kota ini menambahkan, alasan pengendar nekat melawan arus, untuk mencari jalan pintas, dan tidak mau repot memutar jauh, padahal lebih aman. Walaupun memang ada perbedaan jarak kalau harus memutar.

“Melawan arus ini disebabkan masyarakat yang cenderung untuk mencari jalan pintas. Itu yang menjadi alasan mereka, sehingga nekat melawan arus,” ucapnya.

Untuk mengatasi ini, lanjut Ojo, pihaknya akan menutup putaran balik (U-Turn) yang tidak resmi. Selain itu, dirinya juga membuat pembatas beberapa jalan menjadi dua arah, salah satunya di Jalan RE Martadinata, agar tidak ada lagi pengendara yang melawan arah.

“Solusinya, kami akan menutup setiap putaran balik. Kemudian, membuat jalan yang tadinya satu arah, menjadi dua arah,” terang Ojo.

Adapun pengendara yang tidak menggunakan helm, dirinya menilai, itu hanya persoalan kedisplinan saja. Sehingga untuk mengatasinya, perlu dilakukan sosialisasi.

Dijelaskan Ojo, dalam OPJ kali ini, tidak dilakukan razia di tempat (stasioner), tapi dengan mobile (razia bergerak). Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi terjadi kerumunan. Pasalnya, hingga saat ini wabah Covid-19 masih merebak di Kabupaten Bekasi.

“Kalau menggunakan razia stasioner, maka banyak pengendara yang diberhentikan, sehingga terjadi social distancing. Kalau razia mobile, anggota menngunakan sepeda motor dan keliling. Misalkan di jalan ketemu ada pengendara yang melanggar, langsung distop dan ditilang,” tandas Ojo.

Lanjutnya, OPJ yang dilakukan di dua titik, pihaknya menerjunkan sekitar 160 personil gabungan, mulai dari Satlantas, Dishub, dan Satpol PP. Namun tidak semua pelanggaran ditindak dalam kondisi seperti sekarang.

“Memang tidak semua pelanggaran ditindak, yang utama itu adalah yang melawan arus. Bagi yang tidak menggunakan masker, kami peringati saja,” pungkas Ojo. (pra)

Close