Pendidikan

Semangat dan Betah jadi Protokoler

Insert: Aditya Widiyanto

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Aditya Widiyanto (21) adalah mahasiswa program studi Hubungan Masyarakat, Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom), Universitas Padjadjaran. Sebagai mahasiswa, selain fokus menjalani kegiatan akademik dirinya juga aktif di kegiatan non-akademik dengan bergabung ke dalam organisasi Korps Protokoler Mahasiswa (KPM) Unpad.

Mahasiswa yang kerap disapa Adit ini berbagi cerita tentang apa itu kegiatan protokoler dan pengalamannya selama bergabung di KPM Unpad.

“Kalo pengertian secara luasnya protokoler itu seluruh kegiatan yang mengatur pelaksanaan dalam suatu acara. Kalo menurut UU No. 9 tahun 2010, Keprotokolan adalah serangkaian kegiatan yang berkaitan dengan aturan dalam acara kenegaraan atau acara resmi yang meliputi tata tempat, tata upacara, dan tata penghormatan sebagai penghormatan kepada seseorang sesuai dengan jabatan dan/atau kedudukannya dalam negara, pemerintah, atau masyarakat,” paparnya kepada Radar Bekasi, Rabu (19/8).

Adit mengatakan, sebelum bergabung dengan KPM ia tidak pernah tahu mengenai kegiatan protokol dan hanya mengikuti jejak temannya yang mendaftarkan diri masuk ke organisasi tersebut.

“Awalnya saya daftar ke KPM itu murni karena ikut teman aja, karena tadinya belum tahu sama sekali tentang apa itu KPM dan kegiatan protokoler ini,” ungkapnya.

Pasca menjalani beberapa rangkaian masuk dan diklat yang diselenggarakan oleh KPM, Adit mulai menemukan manfaat yang bisa didapatkan ketika menjadi seorang protokoler.

“Setelah mengikuti beberapa rangkaian diklat saya menemukan benefit menjadi seorang protokoler. Saya dilatih berkomunikasi dengan baik, cara mempersiapkan sebuah event yang baik dengan sedetail mungkin, dan cara bersikap yang sopan dan santun ketika menghadapi orang karena seorang protokoler akan sering bertemu dengan orang-orang penting dan dituntut untuk memiliki sikap dan perilaku yang baik,” jelasnya.

Mendapat penugasan pada acara-acara yang tamu undangannya adalah orang penting semacam menteri dan pejabat daerah merupakan hal yang membuat Adit betah menjadi seorang protokoler.

“Sering dapat penugasan di acara besar berskala nasional hingga internasional yang tamunya orang-orang penting itu membuat saya semangat dan betah menjadi seorang protokoler karena bisa berkontribusi untuk kampus sendiri,” ungkap remaja yang hobi bermain musik ini.

Beberapa penugasan yang memiliki kesan tersendiri bagi dirinya yaitu ketika ditugaskan dalam acara Sidang Terbuka Promosi Doktor Ilmu Komunikasi Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo dan Pemilihan Ketua Ikatan Alumni (IKA) Unpad.

Adit yang kini menjabat sebagai ketua umum KPM mengatakan dirinya juga kerap kali menemui kendala dalam organisasinya itu. “Seperti umumnya berorganisasi masalah yang sering ditemui itu salah paham antar anggota, ada yang tiba-tiba menghilang tanpa kabar, dan sebagainya. Cara mengatasinya ya dengan memposisikan masalah itu sebagai sebuah pelajaran untuk evaluasi diri yang bisa meningkatkan kualitas diri,” pungkasnya. (mg1)

Related Articles

Back to top button