BekasiMetropolis

Belum Umumkan Jumlah Pelamar

Proses Seleksi Calon Dirtek PDAM TP

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Proses seleksi calon Direktur Teknik (Dirtek) PDAM Tirta Patriot periode 2020-2025 sudah resmi ditutup, Rabu 19 Agustus 2020. Akan tetapi, terkait berapa jumlah pelamar atau pendaftarnya belum bisa diungkap kepada publik.

Kepala Bidang (Kabid) Perekonomian Setda Kota Bekasi, Eka Taufik Hidayat mengatakan, surat lamaran yang masuk untuk para calon Dirtek PDAM Tirta Patriot masih berada dalam alamat PO BOX yang rencananya baru akan dibuka, pada Senin (24/8) hari ini.

“Iya, sesuai jadwalnya sudah ditutup 19 Agustus, tapi kami sendiri belum tahu berapa yang mendaftarkan diri ikut seleksi ini, karena semua masih ada di PO BOX lamarannya dan baru akan dibuka Senin (24/8),” ungkap Eka ketika dikonfirmasi Radar Bekasi.

Menurut Eka, ada panitia seleksi (Pansel) yang bertugas menentukan siapa Dirtek PDAM Tirta Patriot lima tahun akan datang. Adapun mekanisme seleksi ini masih memasuki tahap awal, karena calon atau pelamar belum diketahui.

“Proses ini masih awal, yang jelas tim Pansel nantinya bakal umumin siapa-siapa yang mendaftarkan diri mengikuti seleksi sebagai Dirtek di PDAM Tirta Patriot lewat situs web Pemkot Bekasi ‘bekasikota.go.id’ dan situs web PDAM Tirta Patriot, ‘pdamtirtapatriot.co.id’, serta email dari pelamar,” kata Eka.

Eka menuturkan, setelah calon diketahui, dilanjutkan serangkaian ujian dengan dilibatkan tim independen yang berasal dari para akademisi. “Selain itu, kita juga ada open bidding kayak lelang saja sih prosesnya. Yang penting, kami berharap siapa pun yang menjabat orang itu bisa bekerja dengan baik, profesional dan pengalaman sesuai bidang tersebut,” tuturnya.

Sementara itu, saat ditanya terkait apakah boleh Dirtek terdahulu untuk kembali mendaftar, dimana jabatan itu sudah diembannya selama tiga periode, dan terlebih usianya sudah memasuki 60 tahun, Eka mengaku, terkait itu belum mengetahui pasti.

“Kalau untuk aturan batasan usia itu saya perlu lihat dulu ya, namun yang pasti memang betul, dia sudah tiga periode menjabat dan ini bukanlah yang pertama kalinya daftar. Tapi, soal pengalaman dan kemampuan sih beliau masih sangat kompeten dan dibutuhkan untuk bisa mengisi jabatan itu lagi,” jelasnya.

“Cuma ya kalau memang terbentur dengan aturan itu, ya harusnya tidak bisa. Tapi kita lihat nanti prosesnya gimana dari tim Pansel, karena saya belum tahu aturannya bagaimana,” sambung Eka.

Eka menegaskan, siapapun mereka yang akan duduk sebagai Dirtek di salah satu BUMD milik Kota Bekasi itu harus orang berpengalaman dan profesional, serta berkompenten di bidang tersebut. Pasalnya, kedepan tugasnya bakal lebih berat dan juga punya beban besar ketika nantinya akuisisi selesai dalam waktu dekat.

“Ya, kita butuh sosok pengalaman, profesional dan miliki kapasitas di bidang tersebut. Terlebih, apabila proses akuisisi sudah selesai yang tentu bakal semakin berat tugas dan beban kerja. Jadi, semoga siapapun nanti yang duduk disitu mampu mengemban amanat dan bekerja dengan baik dan jujur,” tutupnya.

Dihubungi terpisah, Ketua Komisi III DPRD Kota Bekasi, Abdul Muin Hafiedz mengakui, jabatan Dirtek PDAM Tirta Patriot perlu ada regenerasi. Sebab pemilik jabatan yang sebelumnya itu sudah tiga periode, dan secara aturan juga usianya sudah melewati batas yang ditetapkan, yakni 55 tahun.

“Ya, saya kira jabatan Dirtek PDAM perlu regenerasi karena sosok dari pejabat sebelumnya sudah mengisi jabatan selama tiga periode, apalagi sesuai batas aturan usia sudah tak dapat lagi mengikuti proses seleksi karena beliau sudah 60 tahun juga,” kata Muin saat ditemui di ruangan Komisi III DPRD Kota Bekasi.

“Jadi, ini bukan berarti Dirtek yang sebelumnya itu buruk kinerjanya ya, tapi lebih karena aturan batas usia yang tak memungkinkan beliau buat mengisi jabatan tersebut,” sambung politikus PAN tersebut.

Muin juga menegaskan, pihaknya sangat berharap sosok yang bakal mengisi jabatan itu adalah mereka yang memang punya pengalaman cukup, profesional dan benar-benar memiliki kemampuan mumpuni di bidang tersebut. Selain itu, diakui Muin, karena ini berkaitan mengenai pelayanan masyarakat diharapkan terhindar dari muatan politik.

“Jabatan ini membutuhkan sosok yang memiliki pengalaman cukup, profesional, dan kemampuan yang mumpuni di bidangnya. Apalagi, jika insyaAllah dalam waktu dekat akan ada pemisahan aset dari Bhagasasi ke Tirta Patriot, artinya perlu sekali sosok yang betul-betul matang dan bukan merupakan kepentingan dari partai politik,” tegasnya.

Selain itu, diakui Muin, pihaknya pun berharap apabila proses pemisahan aset terjadi, seluruh jajaran Direksi juga harus dievaluasi guna memastikan tugas dan tanggungjawab terhadap pelayanan terbaik ke masyarakat itu bisa berjalan maksimal. “Pekerjaan ketika pemisahan aset dilakukan itu pasti tak mudah, dan ini merupakan tugas dan beban yang berat apalagi nanti jumlah pelanggan bertambah dari PDAM Bhagasasi,” tandasnya. (mhf)

Related Articles

Back to top button