Pendidikan

Kemenag Bekasi Tunggu Arahan Bantuan Kuota Internet

Daring
ILUSTRASI: Siswa bersama orangtuanya mengikuti pengenalan proses pembelajaran daring di MTS Attaqwa 03 Babelan Kabupaten Bekasi, beberapa waktu lalu. Kantor Kemenag Kota dan Kabupaten Bekasi menunggu arahan dari Kemenag RI terkait bantuan bagi peserta didik. Ariesant Radar Bekasi

Radarbekasi.id – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota dan Kabupaten Bekasi menunggu arahan dari Kemenag RI terkait bantuan bagi peserta didik tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA) untuk mendukung pembelajaran jarak jauh secara daring dari rumah.

Humas Kantor Kemenag Kota Bekasi Deden Taufiqurrahman mengakui ada program bantuan kuota internet bagi siswa dari Kemenag RI. Namun, Kantor Kemenag Kota Bekasi belum mendapatkan arahan apapun sampai dengan saat ini.

“Program itu memang ada, tapi kita belum menerima arahan apapun dari Kemenang Pusat,” ujar Deden, kepada Radar Bekasi, Senin (31/8).

“Kita kan bukan lembaga otomoni, jadi sifatnya hanya menunggu arahan. Jika sudah ada baru kita bergerak,” imbuhnya.

Ia menegaskan, bahwa Kantor Kemenag Kota Bekasi sampai dengan saat ini menunggu surat resmi dari Kemenag RI berupa regulasi teknis terkait bantuan kuota internet tersebut. Menurutnya, bantuan ini sangat dibutuhkan peserta didik.

Wakil Kepala MTs Al Matsuriyah Kota Bekasi Bidang Kesiswaan Mohammad Sarmada mengungkapkan, bahwa saat ini belum ada arahan apapun dari Kantor Kemenag Kota Bekasi terkait program bantuan kuota internet untuk peserta didik.

“Memang belum ada arahan,” ucapnya.

Lebih lanjut, pihaknya berharap adanya bantuan tersebut. Apalagi sudah banyak orangtua dari peserta didik yang menanyakan program bantuan kuota internet.

“Tentu sangat berharap adanya program tersebut, karena banyak orangtua peserta didik kami. Mereka dari kalangan menengah ke bawah,” tukasnya.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bekasi Sobirin mengatakan, belum ada bantuan kuota internet bagi peserta didik di Kabupaten Bekasi dari Kemenag RI. “Kalau di kita belum ada apa-apa. Mungkin masih menunggu, dan belum bisa dipastikan sampai kapan,” ujar Sobirin. Di Kabupaten terdapat 203 MI, 178 MTs, dan 42 MA. Seluruhnya masih melakukan pembelajaran jarak jauh secara daring dari rumah. (dew/pra)

3 Comments

Back to top button