Cikarang

Dampak Corona, Okupansi Hotel Turun

PERAWATAN HOTEL: Seorang pekerja sedang melakukan perawatan salah satu hotel di kawasan Jababeka Cikarang, Kabupaten Bekasi, Rabu (9/9). ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Tingkat hunian (okupansi) hotel di Kabupaten Bekasi mengalami penurunan selama masa pandemi Covid-19 yang tak kunjung mereda. Tercatat, persentase penurunan okupansi dari sebelum pandemi sekitar 10 hingga 20 persen.

General Manager Hotel Santika Cikarang, Buntoro BR menyampaikan, pada awal pandemi Covid-19 Maret lalu, hotel yang dikelolanya sempat ditutup. Kemudian, pada Juni lalu hotel kembali buka.

“Bulan Maret, hotel kami tutup, dan tidak beroperasi, baru kembali dibuka Juni 2020. Itupun setelah adanya kelonggaran saat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB),” ujarnya kepada Radar Bekasi, Rabu (9/8).

Kata Buntoro, setelah dibuka kembali, okupansi hotel mengalami penurunan. Karena, sebelum pandemi persentase tingkat hunian di atas 30 persen. Lalu untuk sekarang, persentasenya masih di bawah 20 persen.

Sebenarnya, tambah Buntoro, persentase tingkat hunian dari awal buka pada Juni mulai ada kenaikan. Namun, setelah ditemukannya klaster baru penyebaran Covid-19 di kawasan industri, tingkat hunian kembali mengalami penurunan. Sebab, tingkat hunian hotel di Kabupaten Bekasi tergantung dari industri.

“Dari Juni sudah ada kenaikan sekitar lima persen. Tapi dengan adanya PSBB tahap kedua ini, dimana jumlah penyebaran Covid-19 terus bertambah, tingkat hunian kembali mengalami penurunan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran pada Dinas Pariwisata, Tri Cahyani menjelaskan, saat ini persentase tingkat hunian setiap hotel memang mengalami penurunan. Lanjut Tri, hal itu disebabkan karena selama pandemi orang-orang takut menginap di hotel.

“Tingkat hunian hotel memang mengalami penurunan, yakni mencapai 20 hingga 30 persen. Penurunan ini dampak dari adanya pandemi Covid-19, dan masyarakat pada takut keluar rumah, apalagi untuk menginap di hotel,” terangnya.

Untuk sekarang, tambah Tri, hampir semua hotel di Kabupaten Bekasi sudah mulai buka kembali. Hanya saja, untuk ruang meeting dan fasilitas yang lain belum bisa dipergunakan. Walaupun sudah ada yang buka, tapi kapasitasnya hanya 50 persen.

“Dari 50 hotel yang tercatat di Kabupaten Bekasi, hampir semua sudah buka. Dan restoran disetiap hotel, hanya melayani orang yang menginap saja. Fasilitasnya belum semuanya dibuka,” beber Tri.

Sedangkan untuk meningkatkan kembali tingkat hunian hotel, secara perlahan semua sudah dibuka kembali pada era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

“Saat ini kan sudah masuk AKB, jadi semua harus mengikuti aturan yang ada. Bahkan, jika ada ruang meeting yang dipakai, kapasitanya 50 persen,” tandas Tri. (pra)

Related Articles

Back to top button