RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi memastikan proses pematangan lahan untuk Proyek Strategis Nasional (PSN) Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang, telah memasuki tahap kedua. Sebelumnya, groundbreaking proyek ini sempat dijadwalkan berlangsung pada 8 Juli 2026, namun ditunda.
Setelah pengerukan tahap pertama rampung, pekerjaan kini berlanjut sebagai bagian dari persiapan menuju groundbreaking yang dijadwalkan berlangsung pada awal Agustus 2026.
Kepala DLH Kota Bekasi, Kiswatiningsih, mengatakan proses penetapan pemenang pekerjaan tahap kedua tengah berlangsung. Setelah itu, pekerjaan pematangan lahan akan langsung dilanjutkan.
“Hari ini penetapan pemenangnya. Proses seleksinya sudah berlangsung. Setelah ditetapkan langsung dilakukan pengerukan. Awal Agustus akan dilaksanakan groundbreaking,” ujar Kiswatiningsih di Plaza Pemkot Bekasi, Senin (27/7).
Menurutnya, kondisi lahan saat ini dinilai telah siap untuk mendukung pelaksanaan groundbreaking. Meski demikian, tanggal pelaksanaan masih menunggu koordinasi dengan pemerintah pusat.
BACA JUGA: https://radarbekasi.id/2026/07/09/groundbreaking-psel-kota-bekasi-ditunda/
“Aku udah tahu tapi tanggal pastinya masih dirahasiakan. Tapi pasti awal Agustus, Karena kami udah bahas mengenai acara untuk peresmian ground breaking,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan pematangan lahan tahap kedua menjadi pekerjaan terakhir sebelum konstruksi dimulai. Nilai proyek lanjutan tersebut diperkirakan mencapai hampir Rp25 miliar.
“Hari ini kan tinggal proses, kemarin yang kurang adalah pematangan lahan. Ya, sekarang mudah-mudahan hari ini akan ditetapkan pematangan tahap yang kedua, Nilainya kurang lebih hampir Rp25 Miliar. Dan mudah-mudahan besok sudah bisa dilakukan pekerjaan di lapangan,” sambungnya. (zak)











