Operasi Yustisi Sasar Warga Tak Kenakan Masker

TERKENA RAZIA: Warga yang kedapatan tidak menggunakan masker langsung di sidang di tempat pada operasi yustisi sekaligus penerapan protokol kesehatan di Terminal Induk Kota Bekasi, Kamis, (17/9).SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Petugas gabungan dari berbagai unsur, mulai dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan (Dishub), Kodim 05/07 Kota Bekasi, Polres Metro Bekasi Kota, Kejaksaan Negeri (Kejari), dan Pengadilan Negeri (PN) melakukan operasi yustisi di lingkungan Terminal Induk Kota Bekasi. Operasi yustisi 2020 ini bertujuan untuk menjaring warga yang masih kedapatan tidak mentaati protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19.

Laporan : Surya Bagus
BEKASI TIMUR


Tepat pukul 09.09 WIB, petugas mulai melakukan pemeriksaan kepada setiap warga yang masuk area Terminal Induk Kota Bekasi. Mulai dari pejalan kaki hingga pengguna kendaraan pribadi, dan umum. Utamanya pemeriksaan dilakukan bagi warga yang kedapatan tidak mengenakan masker. Dimulai dari pintu masuk area terminal hingga jalur kendaraan umum, lokasi dimana warga menunggu untuk naik kendaraan.

Dibarisan belakang petugas, didirikan tenda bagi jaksa dan hakim. Pelanggar yang kedapatan tidak mengenakan masker langsung disidang ditempat, tanpa pengecualian.


Salah satu warga, Mansur (43) yang kedapatan tak mengenakan masker terjaring dalam operasi tersebut. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek pangkalan ini akhirnya harus pasrah menerima sanksi. Beruntung hanya diberikan surat teguran dan masker oleh relawan yang ikut hadir dalam operasi tersebut.

“Katanya sih dibilangin kalo besok-besok pakai masker ya, kalau nggak didenda uang Rp250 ribu kalau tidak pakai masker,” singkatnya saat ditemui usai keluar dari tenda panitera, Kamis (17/9).

Hingga pukul 12.00 WIB, enam orang terjaring tidak menggunakan masker di area terminal induk Kota Bekasi. Sementara ini mereka hanya diberikan surat teguran. Dengan jumlah pelanggar tersebut, petugas mengklaim warga Kota Bekasi telah mentaati protokol kesehatan, meskipun masih saja didapati warga yang kedapatan tidak patuh.

“Untuk sanksi sendiri tentunya kita bagi dalam tiga kategori, yaitu ringan, sedang, dan berat. Melihat dari informasi yang kita dapatkan (dari panitera), bahwa kasus yang didapatkan tidak ada yang berat,” kata Wakapolres Metro Bekasi Kota, AKBP Alfian Nurrizal.

Kegiatan serupa rencananya dilaksanakan selama 14 hari kedepan di beberapa lokasi berbeda, guna menertibkan masyarakat untuk taat terhadap protokol kesehatan. Keenam pelanggar yang terjaring mengaku lupa atau lalai membawa masker ketika bepergian.

“Tentunya ada sembilan tempat stationer (lokasi operasi), dan 34 kegiatan mobile atau patroli (selama 14 hari kedepan),” tukasnya. (*)