Nasional

Bikin Konser Dangdutan Saat Pandemi, Wakil Ketua DPRD Bilang Begini

BEKASI, RADARBEKASI.ID-Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Wasmad Edi Susilo mengaku khilaf telah menyelenggarakan konser dangdut di tengah pandemi Covid-19.

”Semua proses hukum sudah berjalan. Saya telah menyampaikan permohonan maaf,” kata Wasmad Edi Susilo seperti dilansir dari Antara di Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (26/9) malam.

Dia mengatakan, saat ini masih terus mengikuti proses hukum terkait penyelenggaraan konser dangdut di Kota Tegal pada Rabu (23/9) tersebut. ”Saat ini proses hukum belum selesai. Jadi, nanti saya ikuti saja lah dan kooperatif saja,” ujar Wasmad Edi Susilo.

Wasmad mengaku diperiksa polisi selama beberapa jam terkait klarifikasi pelaksanaan konser dangdut itu.

”Terus terang setelah ada hajatan, saya capek sekali. Namun, secara umum, saya sudah menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian saya, meski sebelumnya sudah dikoordinasikan,” tutur Wasmad Edi Susilo sambil menambahkan bahwa pemeriksaan kasus itu sudah cukup.

Mantan Kepala Kepolisian Sektor Tegal Selatan Kompol Joeharno mengatakan, pada awalnya penyelenggara hajatan mengajukan izin penyelenggaraan organ tunggal. Namun, saat pihaknya berkunjung ke rumah penyelenggara hajatan ternyata dibuat panggung konser dangdut. Sehingga, pihaknya mencabut izin yang sudah diberikan kepada Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Wasmad Edi Susilo.

”Karena penyelenggaraan izin organ tunggal untuk memeriahkan pesta pernikahan, kami bisa memberikan izin meski harus mematuhi protokol kesehatan. Namun, kenyataannya izin tersebut disalahgunakan untuk penyelenggara pentas dangdut sehingga saya putuskan izin dicabut,” kata Joeharno.

Kendati demikian, kata dia, meski izin sudah dicabut kepolisian, penyelenggara hajatan tetap ngotot menyelenggarakan pentas dangdut itu. ”Dia (penyelenggara hajatan) sudah ngomong, silakan izin dicabut tetapi hajatan tetap saya laksanakan, semua risiko saya yang menanggung, tanpa melibatkan TNI dan Polri,” kata Joeharno. (jpc/ant)

Close