Pendidikan

Thariq Bin Ziyad Upgrade Wawasan IT Guru

SDIT Thariq Bin Ziyad
PELATIHAN : Sejumlah guru SDIT Thariq Bin Ziyad Pondok Hijau Permai, saat mengikuti pelatihan IT, belum lama ini. Kegiatan tersebut untuk menunjang pembelajaran jarak jauh selama pandemi Covid-19. istimewa

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengajar melalui dalam jaringan (daring), SDIT Thariq Bin Ziyad Pondok Hijau Permai memberikan pelatihan kepada seluruh tenaga pendidiknya mengenai dunia Informasi Teknologi (IT) belum lama ini.

Dalam pelatihan yang dilaksanakan belum lama ini, guru diajarkan cara membuat video pengajaran, edit video, memanfaatkan berbagai aplikasi ajar seperti google class room, google meet, zoom meet, youtube dan lain sebagainya.

“Tujuannya agar guru bisa memahami bagaimana cara penggunaan aplikasi pembelajaran online. Selain itu juga, guru juga bisa berkreasi dengan fasilitas yang ada. Sehingga, siswa tidak bosan saat belajar daring ini,” kata Wakil Kepala SDIT Thariq Bin Ziyadh Bidang Kurikulum, Padni, Kamis (15/10).

Menurutnya, pada proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) ini, kreativitas guru harus diutamakan. ”Kalau hanya sekedar menyampaikan materi saja, tentunya siswa cepat bosan. Akibatnya, materi yang disampaikan tidak bisa diterima siswa,” imbuhnya.

Melalui pelatihan IT tersebut, diharapkan kualitas pembelajaran saat PJJ tetap terjaga. Dia menyadari, belajar melalui daring dan tatap muka langsung sangat jauh berbeda. ”Maka dari itu, guru-guru disini ditekankan untuk kreatif dalam mengajar,” imbuhnya.

Meskipun PJJ, lanjutnya, tatap muka dan saling sapa wajib dilakukan. ”Bapak ibu guru setiap pagi diusahakan untuk menyapa siswa melalui zoom ataupun video call whatsapp ketika akan memulai pembelajaran yang penting wajib berinteraksi dengan siswa. Kalaupun jika tidak bisa dilakukan setiap hari, paling tidak dilakukan seminggu tiga kali, hal ini dilakukan agar dapat meningkatkan keterikatan antara guru dan siswa,” terangnya.

SDIT Thariq Bin Ziyad terus menerus tidak melulu melakukan pembelajaran materi, terkadang diselingi dengan kegiatan-kegiatan life skill agar siswa tidak jenuh ketika mengikuti kegiatan pembelajaran.

“Hal ini agar siswa tidak merasa terbebani karena capek mata harus menatap layar handphone dari jam 07.30 WIB sampai jam 11.00 WIB. Jika pagi sudah zoom, maka gantian ketika mata pelajaran sesudahnya melalui google class room,” tegasnya.

Sementara itu, untuk mengukur karakter setiap siswa dalam pembelajaran online ini, guru menilai melalui buku pembinaan pribadi islami. Dalam buku tersebut terdapat panduan karakter sholat, menghormati orang tua, dan kegiatan lainnya. Walaupun penilaian karakter tidak sebanyak seperti pembelajaran biasa.

“Namun yang paling biasa terlihat yaitu kedisiplinan ketika gabung via zoom tepat waktu atau tidak, serta tanggung jawab. Hal ini tidak berpenguruh kepada siswa numun menjadi bahan evaluasi guru kepada orangtua untuk mengingatkan kepada anaknya,” tukasnya. (mg2)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

17 − eleven =

Close