BekasiBerita UtamaMetropolis

Ribuan Warga Tinggalkan Bekasi

RAMAI: Penumpang bersiap menaiki bus di Terminal Induk Bekasi, Kamis (29/10). Libur panjang cuti bersama membuat penumpang mengalami kenaikan hinggal 40 persen. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Ribuan warga bergerak meninggalkan Kota Bekasi sejak dua hari lalu. Mereka bergerak dengan tujuan berbagai kota di Provinsi Jawa Barat maupun di luar Pulau Jawa.

Sejak awal pekan hingga hari pertama libur panjang dan cuti bersama, tercatat 3.029 warga meninggalkan Kota Bekasi dari terminal induk.

Jumlah penumpang terpantau paling banyak satu hari menjelang libur, Rabu (28/10) lalu, setidaknya ada 1.411 orang bertolak menggunakan 171 bus dari terminal Bekasi. Jumlah penumpang naik 40 persen dibandingkan dengan hari-hari normal selama pandemi.

“Belum ada kenaikan (Kamis), malah penurunan. Hari pertama memang ada kenaikan 40 persen, biasanya penumpang 700, sekarang sudah turun lagi jadi 600,” terang Kepala Terminal Induk Kota Bekasi, Muhtar, Kamis ,(29/10).

Penumpang didominasi dengan tujuan beberapa Kota di Jawa Barat, diantaranya Sukabumi, Bandung, dan Tasik. Sementara untuk penumpang dengan tujuan Sumatera, kenaikan terjadi 20 persen pada hari pertama kemarin.

Dalam rangka melayani penumpang pada hari libur panjang dan cuti bersama kali ini, disebut tidak ada kenaikan tarif. Tarif berbagai kendaraan bus masih berlaku tarif selama masa pandemi, dengan menyesuaikan kapasitas 50 persen dari tempat duduk yang tersedia untuk satu unit kendaraan.

“Kota sudah sediakan armada tambahan 40 unit, tapi belum ada lonjakan penumpang,” tukasnya.

Sementar itu, salah satu pengelola Perusahaan Oto Bus, Mulyadi menjelaskan peningkatan penumpang bus Primajasa terjadi pada hari Rabu lalu. Peningkatan pada hari pertama terjadi hingga 70 persen untuk tujuan kota-kota di Provinsi Jawa Barat.

“Hari ini penambahan 45 persen dari sebelumnya (hari normal),” ungkapnya.

Untuk melayani penumpang pada masa pandemi, pihaknya memastikan semua awak bus mengenakan masker. Disamping itu, kapasitas penumpang dipastikan 50 persen dari jumlah kursi yang ada.

Dalam keterangan tertulis yang diterima oleh Radar Bekasi, Jasamarga sempat melakukan Contra flow mulai km 47 hingga km 65 tol Jakarta Cikampek (Japek) mulai pukul 11.30. Contra flow dilakukan pada jalur arah Cikampek, kebijakan lalu lintas ini dihentikan pada pukul 14.15. (sur)

Back to top button