Bansos Provinsi Nyusut, Sekarang Cuma Cair Segini

RADARBEKASI.ID, BEKASI- Bantuan sosial dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat tahap IV yang disalurkan kepada para Keluarga Rumah Tangga Sasaran (KRTS) di wilayah Provinsi Jawa Barat, merosot nilainya. Kini, warga penerima manfaatnya hanya mendapatkan uang tunai Rp100 ribu dan langsung mengambil sendiri di kantor pos. Padahal, sebelumnya warga mendapatkan uang tunai Rp150 ribu plus sembako.


Mardijah (56), warga Arenjaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi mengatakan, kalau bansos dari Provinsi Jawa Barat dapat uang tunai sekarang, sebesar Rp100 ribu dengan cara mengambil di kantor pos sesuai arahan pengurus RW di tempat tinggalnya.

“Iya hari Senin, pengurus RW ke rumah ngasihin surat tanda bukti penerimaan bansos dari Provinsi sambil beri tahu kalau bantuannya uang tunai Rp100 ribu, dan cara mengambilnya di kantor pos. Nggak boleh diwakili orang di luar KK, harus yang ada namanya di KK,” kata ibu 8 anak kepada Radar Bekasi, Rabu (30/12/2020).


Dia mengakui, kalau sempat bingung dengan bansos tersebut kenapa jadi berubah menjadi uang tunai, dan nilai yang diterima pun semakin kecil dari sebelumnya. Menurutnya, di saat awal nilainya berlimpah dengan berbentuk sembako dan uang tunai Rp150 ribu.

” Nah, ini yang tahap IV cuma dapat uang 100 ribu. Ya, dipikir-pikir ngenes juga sih mau komplain ya gimana. Ya disukuri aja,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Dodo Suhendar mengatakan, nilai bansos tahap IV ini diberikan berupa uang tunai memang terdapat penyesuaian dalam penyalurannya.

Menurutnya, pendistribusian bansos tahap IV Provinsi Jawa Barat dalam bentuk uang tunai itu akan dilakukan oleh PT Pos Indonesia, Bank BJB, dan Bank Mandiri.

“Dengan keterlibatan perbankan, diharapkan dapat mempercepat pendistribusian bansos kepada masyarakat,” ujar Dodo.

Adapun terkait nilai bansos yang kini hanya 100 ribu. Dodo beralasan, ada penambahan peserta di tahap III lebih dari 500.000 peserta, sehingga untuk anggaran yang digunakan menjadi lebih besar.

“Sementara, ketersediaan keuangan Pemprov juga terbatas. Pendapatan Pemprov tidak mencapai target karena kondisi pandemi Covid-19,” terangnya. (mhf)