BekasiMetropolis

Pilihan Sumber Informasi yang Terpercaya

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Informasi dan pengetahuan semakin mudah diakses oleh masyarakat di era globalisasi, kemudahan akses dapat memberikan dampak positif, di sisi lain dampak negatif tidak bisa terelakkan. Ilmu pengetahuan bisa didapatkan dengan mudah didapatkan dan dikonsumsi, informasi peristiwa yang terjadi di seluruh permukaan bumi bisa tersebar dalam hitungan detik. Perlu kebijaksanaan dalam menggali pengetahuan, sementara butuh pertimbangan serius sebelum membagikan informasi yang beredar di dunia maya.

Kabar bohong atau hoax menjadi populer setelah media sosial mengizinkan semua orang untuk bertukar informasi dengan sesama pengguna, perkembangan media sosial yang luar biasa kerap digunakan untuk menyebarkan kebencian, provokasi, dan hoax. Maka, muncul frasa saring sebelum sharing saat hoax menjadi trend buruk dalam dunia informasi.

Disamping itu, upaya peningkatan literasi masyarakat terus digaungkan oleh pemerintah. Pada peringatan Hari Aksara Internasional tahun 2020 lalu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia menggelar kegiatan secara virtual untuk mendorong tingkat literasi masyarakat Indonesia.

Hasil Survei Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2020, 99,33 persen masyarakat Kota Bekasi mampu membaca dan menulis huruf latin, sementara kemampuan untuk membaca dan menulis huruf lainnya masih diangka 76,32 persen. Tingkat pendidikan masyarakat usia 15 tahun ke atas lebih besar di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) ke atas dibandingkan masyarakat lainnya di usia yang sama.

Masih ada 5,21 persen masyarakat Kota Bekasi yang tidak memiliki ijazah di tingkat Sekolah Dasar (SD). Terkait dengan tingkat literasi masyarakat saat ini, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi menyampaikan bahwa kemampuan masyarakat utamanya untuk membaca harus terus ditingkatkan.”Ya, sebagai bekal untuk semakin menambah pengeyahuan, tingkat membaca masyarakat perlu untuk terus ditingkatkan,” ungkapnya.

Sebagai salah satu kota metropolitan, akses terhadap sumber ilmu pengetahuan terbilang cukup mudah di Kota Bekasi. Juga dengan akses terhadap fasilitas pendidikan, angka partisipasi murni Sekolah Dasar (SD) dan SMP berada diatas 90 persen, rata-rata lama sekolah penduduk tahun 2020 ini berada di 11,16 tahun.

Ia juga menaruh perhatian pada ketepatan masyarakat terhadap memilih media informasi, dibutuhkan pemilihan media informasi yang tepat sebagai media edukasi masyarakat.”Makanya, sekarang (media) harus memberikan edukasi yang bagus, artinya bukan saja edukasi, tapi ada kewajiban moral,” tambahnya.

Sekira 89,45 persen masyarakat Kota Bekasi saat ini telah menggunakan telepon seluler atau komputer, 83,87 persen diantaranya mengakses internet, termasuk media sosial. Akses internet terbesar dilakukan oleh masyarakat dengan tingkat pendidikan SMA ke atas.

Bertepatan dengan momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Radar Bekasi ke 12 tahun ini, Rahmat mengucapkan selamat dan memberikan semangat kepada kantor berita cetak yang telah lama memberikan informasi dari sumber terpercaya kepada masyarakat Kota Bekasi. (sur)

Related Articles

Back to top button