Bekasi

Demokrat Bekasi Tolak KLB

RADARBEKASI.ID, BEKASI – DPC Demokrat Kabupaten Bekasi menolak rencana Kongres Luar Biasa (KLB), digaungkan oleh beberapa pendiri dan mantan kader Partai Demokrat. Itu dilakukan untuk mengganti Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai ketua umum.

Ketua DPC Demokrat Kabupaten Bekasi, Romli HM mengatakan, KLB itu hanya keinginan segelintir orang. Menurutnya, di dalam AD/ART Partai, pelaksanaan KLB minimal dihadiri 3/4 orang yang mempunyai hak suara, seperti DPD dan DPC. Kemudian, harus disetujui oleh majelis tinggi.

Romli mempertanyakan, apabila segelintir kelompok yang hari ini berbeda pandangan dan ingin melaksanakan KLB, pesertanya dari mana. Sebab, pengurus partai di tingkat Kabupaten maupun Kota di Indonesia, menginginkan tidak ada KLB. “Kalau saya, tetap tidak perlu ada KLB, karena kita di kelompok siapa. Karena yang ingin melaksanakan KLB kelompok sana, yang segelintir orang,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Selasa (2/3).

Romli menilai, isu yang berkembang dari segelintir kelompok tersebut yakni, AHY tidak bisa memimpin partai. Lalu Demokrat dianggap partai dinasti. Padahal, Ketua Umum pertama di Demokrat itu bukan keluarga Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Artinya, tidak ada istilah dinasti itu di Demokrat.

Dia juga mengaku sepakat dengan pemecatan sejumlah kader Demokrat. Pasalnya, kader yang di pecat itu sudah berupaya menggulingkan Ketum Umum Demokrat AHY,”Kita memang sepakat, dan itu keinginan kita semua. Ketika ada kader yang berhianat, melanggar AD/ART, harus di pecat. Karena sudah jelas bagaimana mereka berupaya menggulingkan AHY,” ungkapnya.

Mantan Ketua Koni Kabupaten Bekasi ini beranggapan, tindakan yang dilakukan oleh Moeldoko, semerta-merta bukan keinginannya. Pasalnya, segelintir kelompok yang ingin menggulingkan AHY ini mencari-cari orang yang pantes melawan. Sehingga, Moeldoko ini di korbankan.

Senada diungkapkan Ketua Umum Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Demokrat Kota Bekasi, Ronny Hermawan. Menurutnya, KLB itu cuma wacana dari sejumlah pihak diluar atau mantan kader yang sudah tak berada di internal partainya, karena semua ketua DPC dan DPD Demokrat se-Indonesia menolak KLB. “Jadi, KLB saya kira itu halusinasi dan wacananya Jhony Allen Marbun dan beberapa pihak lain saja ya,” ketus Ronny saat dikonfirmasi Radar Bekasi, Selasa (2/3).

Ronny menyatakan, kalaupun ada pihak yang ingin gelar KLB, pihaknya menolak .Karena saat ini Demokrat sedang solid dan kompak menjalani amanat ketua umum AHY guna bisa membantu warga dan pemerintah mengatasi Pandemi Covid-19.

“Saya nggak kepikiran syarat KLB. Yang jelas, kondisi partai seperti ini pernah dialami partai lainnya, misal dulu Golkar pernah mau dibubarkan, terus PDI P. Dan ini tanda-tandanya Demokrat mau besar, bahkan disini justru makin membuat kami solid, kompak dan tunjukan jatidiri, serta loyalitas sebagai kader Demokrat,” ungkapnya.

Terpisah, mantan politikus Partai Demokrat Marzuki Alie mengaku siap menjadi ketua umum partai berlogo bintang mercy menggantikan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Diektahui, eks Ketua DPR RI sebelumnya termasuk dalam satu dari tujuh kader yang dipecat dari partai karena dianggap ingin menyelenggarakan Kongres Luar Biasa (KLB) menggantikan yang saat ini.“Ya (siap), kalau diminta saya tidak bisa menolak,” ujar Marzuki kepada wartawan, Selasa (2/3).

Mantan sekjen Partai Demokrat ini menambahkan, asalkan kader-kader mengehendakinya menjadi ketua umum baru. Maka dirinya bersedia menjalankan amanah yang diberikan.“Itu panggilan, sepanjang KLB kuorum,” katanya.

Diketahui, KLB Partai Demokrat terus saja digaungkan. Mantan politikus Partai Demokrat, Damrizal mengatakan selain Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko ada juga beberapa kandidat lainnya untuk menggantikan AHY.

Damrizal menyebut Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor, Ketua Umum Partai Emas Hasnaeni (wanita emas). “Ada juga yang sebut nama mantan Ketua DPD PD Kaltim, Pak Isran Noor yang saat ini Gubenur Kaltim, ada juga sebut nama Ridwan Kamil. Bahkan Wanita Emas Hasnaeni yang sekarang Ketum Partai Emas juga berminat jadi Ketum Demokrat,” ujar Damrizal.

Namun demikian, Damrizal menyebut kandidat terkuat adalah KSP yang juga mantan Panglima TNI Moeldoko untuk bisa menggantikan AHY sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.Selain nama-nama tersebut, Damrizal menyebut untuk kader internal nama Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) juga dijagokan menjadi Ketua Umum Partai Demokrat.(mhf/pra/jpc)

Related Articles

Back to top button