BekasiBerita UtamaCikarang

Pemkab Belum Prioritaskan Perbaikan Sekolah Terdampak Banjir

SEKOLAH BANJIR: Seorang anak sedang berada di depan SDN Sukamakmur 02, Sukakarya, yang terdampak banjir, di wilayah Kabupaten Bekasi. ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Meski tidak sedikiti sekolah rusak yang terdampak banjir, namun Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bekasi, belum memprioritaskan untuk melakukan perbaikan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, Henri Linconl mengungkapkan, pihaknya masih sebatas melakukan pendataan serta memberi bantuan kepada masyarakat terdampak bencana banjir.

“Terkait masalah infrastruktur sekolah, kami sudah mmemberikan formulir pendataan ke Dinas Pendidikan, berapa sekolah yang rusak terdampak banjir. Akan tetapi, hingga saat ini belum dikembalikan, dan untuk kebijakan terkait langkah untuk perbaikan, itu ada di pimpinan. BPBD hanya menghimpun data saja,” ucap Henri.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, Helmi menjelaskan, untuk saat ini pihaknya baru fokus pada penanganan banjir yang terdampak kepada masyarakat.

“Kami (DPRD) masih fokus pada penanganan banjit terlebih dahulu, kalau masalah sarana prasarana pendidikan, belum,” ujarnya, Selasa (2/3).

Untuk percepatan agar dapat teratasi secara komprehenship, menurut Helmi, Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, akan mengadakan rapat koordinasi bersama beberapa lembaga.

Rapat koordinasi itu, diantaranya dihadiri perangkat daerah Pemkab Bekasi, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS, dan sejumlah kawasan industri.

Lanjut politisi Partai Gerindra ini, adanya pertemuan tersebut, untuk mendengarkan pandangan semua pihak dalam rangka menyelesaikan persoalan banjir yang selalu terjadi setiap tahun.

“Kami sedang mencarikan solusi untuk penanggulangan banjir di Kabupaten Bekasi, dan perlu rapat dengan semua pihak, terasuk Dinas Bina Marga dengan Perkim terkait data dari BPBD di 178 titik banjir di Kabupaten Bekasi,” terangnya.

Tambah Helmi, hingga kini telah melakukan rapat sebanyak tiga kali dengan sejumlah pihak yang berkaitan dengan penanganan banjir. Selanjutnya, diharapkan dari pemaparan yang didapat, menghasilkan solusi yang komprehensif kaitan masalah banjir yang selalu berulang dari tahun ke tahun

“Kami akan kembali melakukan rapat lanjutan, dengan mengundang pengelola kawasan industri yang ada di Kabupaten Bekasi, tentang penanggulangan bencana banjir, mana yang bisa dilakukan oleh kawasan industri dalam hal menanggulangi banjir,” tuturnya.

Selain itu, kata Helmi, pihaknya telah meminta BBWS agar menyediakan anggaran untuk melakukan perbaikan yang berkaitan dengan penyebab banjir di Kabupaten Bekasi.

Kemudian, ia juga telah meminta PJT agar lebih kooperatif dalam menyelesaikan persoalan bangunan liar (bangli) yang mengganggu perbaikan normalisasi sungai di wilayah Kabupaten Bekasi.

“Semua pihak telah kami panggil, termasuk juga meminta pihak perumahan di Kabupaten Bekasi, untuk mematuhi standar Peil Banjir yang telah dikeluarkan bidang PSDA. Di ujungnya nanti, kami meminta, baik itu dari pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten Bekasi untuk menyediakan anggaran perbaikan dan pembenahan, agar persoalan banjir dapat segera teratasi,” tandasnya.

Sedangkan Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Dinas Binamarga dan PSDA Kabupaten Bekasi, Sukmawati menyampaikan, pihaknya tidak ada klasifikasi atau secara khusus untuk memperhatikan sekolah terdampak banjir.

“Kalau untuk sekolah tidak ada, paling fokusnya adalah bagaimana perbaikan saluran air untuk menangani masalah banjir secara keseluruhan,” tegasnya. (and)

Related Articles

Back to top button