Bisnis

Telkom dan Pupuk Indonesia Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Telkom
NOTA KESEPAHAMAN: Direktur Enterprise & Business Service Telkom, Edi Witjara (kiri) dan Direktur Transformasi Bisnis Pupuk Indonesia, Panji Winanteya Ruky (kanan) memperlihatkan Nota Kesepahaman tentang Sinergi Pemanfaatan Sumber Daya Perusahaan, di Telkom Landmark Tower, Kamis (4/3). IST/RADARBEKASI.ID

RADARBEMASI.ID, BEKASI – Sebagai salah satu kepedulian BUMN untuk Indonesia dan implementasi core values BUMN, Akhlak untuk membangun kerja sama yang sinergis (kolaboratif) dalam rangka meningkatkan daya saing bangsa, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dan PT Pupuk Indonesia (Persero), menandatangani Nota Kesepahaman tentang Sinergi Pemanfaatan Sumber Daya Perusahaan.

Penandatangan dilakukan oleh Direktur Enterprise & Business Service Telkom, Edi Witjara dengan Direktur Transformasi Bisnis PT Pupuk Indonesia (Persero), Panji Winanteya Ruky, di Telkom Landmark Tower, Jakarta, Kamis (4/3).

Dalam Nota Kesepahaman, menyepakati ruang lingkup kerja sama yang meliputi pengembangan riset bersama, pengembangan arsitektur sistem informasi, implementasi, dan pembuatan program aplikasi, pengembangan digitalisasi pemasaran dan/atau distribusi produk, pengelolaan sumber daya pendukung yang terintegrasi, serta kerja sama lain yang dipandang perlu secara sinergis oleh kedua belah pihak untuk mendukung operasional perusahaan agar transparan, akurat, dan efektif.

Dalam sambuntan-nya, Edi menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin dengan baik selama ini, dan kepercayaan yang diberikan Pupuk Indonesia kepada Telkom untuk turut andil dalam transformasi bisnis PIHC.
“Dengan infrastruktur, platform, dan layanan digital yang dimiliki, kami berkomitmen mendukung digitalisasi Pupuk Indonesia dalam distribusi yang terintegrasi hulu ke hilir, sehingga subsidi pupuk dapat berjalan efektif dan sampai ke petani serta hasilnya nyata pada peningkatan produktivitas pertanian,” tutur Edi.

Kata Edi, sebelumnya pada akhir 2020, Telkom telah menuntaskan program digitalisasi 5.518 SPBU. Semoga digitalisasi distribusi pupuk juga dapat segera direalisasikan. “Diharapkan, ini dapat menjadi langkah baik bagi kedua belah pihak untuk menyukseskan program ketahanan pangan Indonesia,” beber Edi.

Ia menuturka, Telkom memiliki produk digital Agree sebagai suatu solusi bagi petani, ekosistem pertanian, termasuk produsen pupuk, hingga ke offtaker dan pembiayaan yang saat ini sudah melibatkan HIMBARA. Agree ini sudah diluncurkan bersama dengan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia untuk digunakan oleh para petani Indonesia.

Pupuk Indonesia telah menerapkan digitalisasi dalam berbagai bidang, terutama guna mendukung program transformasi perusahaan dan perubahan dari perusahaan yang production centric menjadi customer centric.

Edi berharap, melalui kolaborasi antara Telkom dengan Pupuk Indonesia ini, kedua belah pihak dapat saling memberikan manfaat dan nilai tambah sesuai dengan kapabilitas masing-masing.

“Dengan semangat sinergi, mari sukseskan program digitalisasi ini. Semoga dengan adanya digitalisasi ini, dapat mewujudkan BUMN sebagai lokomotif utama dalam mencapai misi penguatan ketahanan pangan nasional, serta menjadikan Indonesia lebih baik lagi,” tutup Edi.

Sementara Panji menambahkan, sangat penting bagi Pupuk Indonesia untuk menjalin kerjasama dalam bidang teknologi informasi untuk mengembangkan aktivitas bisnis perusahaan terlebih dalam era disrupsi ini.

“Kami memiliki visi untuk meningkatkan kapabilitas analitis dan digital perusahaan pada 2024, sebagai bagian dari proses transformasi perusahaan,” terang Panji.

Dia menjelaskan, sejumlah inisiatif strategis perusahaan dalam bidang digitalisasi, antara lain adalah mengimplementasikan sistem Distribution Planning Control System (DPCS), yakni sistem berbasis data geospasial yang mampu melacak proses distribusi pupuk dan memantau stok pupuk bersubsidi secara real time, sehingga dapat meminimalisasi potensi kekurangan pupuk serta meningkatkan akurasi perencanaan distribusi.

Kemudian, penerapan Retail Management System, untuk meningkatkan akurasi data pelanggan dan petani guna mengoptimalkan penjualan produk-produk perusahaan, serta product tracking untuk pengendalian distribusi pupuk bersubsidi yang lebih baik.

“Kami berharap, melalui kerja sama ini, Pupuk Indonesia bisa memperoleh juga data yang lebih akurat, sehingga kami bisa melayani masyarakat dengan lebih baik, serta meningkatkan akurasi dalam kegiatan perusahaan, khususnya di bidang penjualan produk retail”, tandas Panji. (bis)

Related Articles

Back to top button