Politik

Airlangga Bertemu Paloh, Monoarfa, dan Prabowo

Golkar-NasDem-PPP-Gerindra Koalisi Di Pilpres 2024?

Airlangga Hartarto
Airlangga Hartarto

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto mengamini pertemuan dirinya dengan tiga ketua umum parpol, merupakan bagian dari silaturahmi politik menjelang Pemilu 2024.

Airlangga, belakangan bertemu dengan Ketum Partai Nasdem Surya Paloh, Ketum PPP Suharso Monoarfa, dan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto.Apakah itu menandakan koalisi Golkar-NasDem-PPP-Gerindra sudah bulat untuk Pilpres 2024? Airlangga menjawab normatif.

“Masih ke depan, kita sekarang konsolidasi internal dahulu,” ujar Airlangga, seusai acara Rapimnas I Partai Golkar, di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Sabtu (6/3).

Airlangga mengamini, untuk menang di Pilpres 2024, Partai Golkar harus berkoalisi. Partai Golkar sendiri mematok target tinggi di Pemilu 2024, yakni menang Pileg dan Pilpres.”Karena untuk pemenangan Pemilu kan perlu berkoalisi, jadi silaturahmi terus dibuka dengan partai-partai yang ada,” imbuh Menteri Koordinator Perekonomian ini.

Airlangga menyebut, partai beringin tidak menggelar Konvensi Capres, sebagaimana cara NasDem menentukan jagoan di Pilpres 2024.

Partai Golkar sudah memutuskan mengusung calonnya sendiri di Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar, Desember 2019. Yaitu, Airlangga. “Jadi sudah keputusan Partai Golkar, dari Munas diperkuat Rakernas, dan Rapimnas,” tandas Airlangga.

Sementara itu, Sekretaris DPC Gerindra Kabupaten Bekasi, Ridwan Arifin menambahkan, pertemuan dua pimpinan partai besar, Airlangga Hartarto dan Prabowo Subianto, dianggap sebagai agenda besar dalam membicarakan politik mendatang. “Saya pikir pertemuan ini punya agenda besar, tentu saja berbicara partai politik, ketika kemistri sudah nyambung, lebih terbuka untuk melakukan kerjasama politik,” ujarnya.

Menurutnya, sebagai pengurus di tingkat daerah, sangat menyambut baik komunikasi-komunikasi yang berjalan antara pimpinan partai di pusat. Tentunya, dalam pertemuan-pertemuan itu, kemungkinan adanya komitmen politik sangat terbuka.

“Sangat terbuka sekali, karena kerja-kerja politik itu kan dilatar belakangi kesamaan dan kenyamanan. Apa lagi komunikasi di bangun sejak lama, komunikasi politiknya akan lebih enak dan nyambung,” ungkapnya.

Dalam hal ini, dirinya memastikan, komitmen dari pimpinan partai di pusat akan berdampak  ke daerah. Pasalnya, pria yang akrab disapa Iwang ini menegaskan, partai ditingkat daerah harus mengikuti amanat dari pusat.

“Ketika berbicara di daerah, masih sangat mungkin. Bagaimana pun, patron daerah tidak lepas dari pusat. Artinya, amanat dari pusat harus di jalani,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Bapilu DPD Golkar Kabupaten Bekasi, Arif Rahman menuturkan, apa pun keputusan yang ada di pusat, pastinya akan berdampak ke daerah. “Saya yakin apa yang terjadi di nasional, akan berdampak ke daerah,” tuturnya.

Dirinya berharap, kedekatan ketua umum partainya dengan pimpinan partai politik lainnya, bisa memberikan efek positif bagi di daerah. Walaupun memang, koalisi yang terjadi ditingkat nasional, belum tentu sama dengan yang di daerah. Sebab, dinamika yang terjadi di daerah berbeda dengan nasional.

“Biasanya kalau di pusat sudah menjalin koalisi, akan lebih mudah untuk daerah. Walaupun tidak semua partai di daerah, mengikuti koalisi di pusat, karena memang dinamika di bawah berbeda,” ungkapnya. (bsh/pra)

Related Articles

Back to top button