Berita UtamaMetropolis

Ajak Perempuan Aktif Berkarya

Anggota DPRD Jawa Barat Ade Puspitasari. FOTO: RAIZA SEPTIANTO
Anggota DPRD Jawa Barat Ade Puspitasari

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Perjuangan RA Kartini menjadi cermin kegelisahan kaum perempuan akan rasa ketidakadilan. Kini, gelapnya emansipasi masa lalu mulai terkuak. Perlahan terang telah terbit bagi kaum perempuan, dimana keseimbangan mulai nampak. Peran perempuan kian signifikan, bukan hanya melahirkan generasi bangsa yang unggul, tapi juga berperan penting bagi bangsa dan negara.

Banyak cara yang bisa dilakukan oleh perempuan generasi saat ini untuk meneruskan perjuangan pahlawan RA Kartini, salah satunya menjadi pribadi yang aktif dan kreatif. Demikian ditegaskan Anggota DPRD Jawa Barat Ade Puspitasari.

Politisi berusia 36 tahun ini mengaku, sebagai keterwakilan perempuan di Gedung DPRD Jawa Barat (Jabar) dirinya ingin terus berjuang meningkatkan peran generasi milenial agar terus berkarya dan aktif dalam meningkatkan peran membangun kehidupan masyarakat, bangsa dan negara, khususnya di buat Jawa Barat lebih baik lagi kedepan.

“Jadi, saya berkeinginan perempuan itu bisa terus berkarya meskipun hanya sebagai ibu rumah tangga, lalu bisa punya pendapatan walaupun cuma hanya di rumah. Tak harus di lewat jalur politik, tapi segala bidang sesuai kemampuan dan keahliannya masing-masing,” kata Ibu dua anak ini.

Menurutnya, saat ini Pemerintah sudah sangat memberikan keleluasaan untuk kaum perempuan. Salah satunya, dalam berpolitik dengan adanya aturan keterwakilan 30 persen buat kursi legislatif atau di kepengurusan parpol. Namun nyatanya kuota itu belum sepenuhnya mengangkat peranan perempuan, karena kini mayoritas pemimpin laki-laki masih kuat.

“Maka itu, saya mendorong kaum perempuan milenial melek politik, karena salah satu kita bisa dapat berjuang tentukan arah kebijakan dengan menjadi seorang pemimpin, artinya dengan jadi pemimpin kita punya kekuasaan, keleluasaan, dan kewenangan yang tentunya bisa kita gunakan sebaik-baiknya demi untuk kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara, sekaligus meningkatan kualitas dan peranan kaum perempuan yang tentu tidak menutupi juga peran laki-laki,” tuturnya.

Dakui mantan Plt Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi ini, untuk terjun ke dunia politik yang terpenting perbanyak referensi tentang cara berpolitik, aktif berorganisasi, mengikuti kegiatan-kegiatan positif yang libatkan kaum perempuan, serta mau berupaya buat wadah-wadah organisasi yang diisi dengan banyak kaum perempuan milenial yang kreatif dan inspiratif, agar kelak lahir generasi pemimpin masa depan disana.

“Saya siap mendukung dan mendorong kaum perempuan milenial untuk aktif beroganisasi, agar kelak lahir perempuan yang aktif, kreatif dan inovatif, sehingga semangat buat terjun ke dunia politik demi pembangunan bangsa dan negara ini khususnya Jawa Barat muncul didalam dirinya,” ungkap Ketua dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Bekasi ini.

Kalaupun tidak tertarik dengan politik, kata Ade, dirinya mendorong kepada perempuan harus tetap berkarya, dan produktif dalam bidang apapun. Sehingga mampu punya pendapatan sendiri yang bisa membantu ekonomi keluarga sesuai bidang dan keahliannya yang dimilikinya.

“Nggak perlu jauh-jauh, buat yang berbakat masak bisa buka usaha makanan atau kue-kue, atau yang ahli menjahit bisa dituangkan dengan usaha sesuai bakat ya, atau lainnya. Intinya, saya berpikir bakat dan kemampuan kaum perempuan atau ibu rumah tangga ini perlu dituangkan supaya dapat penghasilan lebih walaupun cuma berdiam diri di rumah,”  ucapnya.

Belajar Politik Sejak Kecil

Karir politik anak pertama dari Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi ini bukan tiba-tiba langsung diraih. Legislator DPRD provinsi Jawa Barat ini sejak kecil sudah belajar politik dari orang tuanya. Sehingga, kecintaannya terhadap dunia politik sudah tertanam sejak masih duduk di bangku sekolah.

Wanita bernama lengkap Ade Puspitasari ini mengaku, banyak memiliki kenangan politik saat masih masih kecil. Ketika musim kampanye, dia selalu ikut ayahnya bersama kader Golkar lainnya konvoi dengan kendaraan bak terbuka.

“Iya, kalau pengalaman tak terlupakan di saat kecil aja, jaman SD udah ikut kampanye naik mobil bak terbuka. Kan kebetulan ayah waktu itu sudah terjun ke sebagai pengurus Golkar di Kelurahan, jadi ya bisa dibilang saya udah keturunan biologis di Golkar, sehingga ya hari ini pun saya tetap setia dengan Golkar sebab dari kecil darah saya sudah warna kuning,” kata perempuan yang juga sebagai ketua PMI Kota Bekasi ini.

Ade tak menampik, dirinya memiliki harapan bisa melanjutkan perjuangan sang Ayah untuk menjadi seorang pimpinan partai dan Wali Kota Bekasi kedepan nanti. Namun, diakuinya, tentu harus berkaca diri dan tetap berupaya untuk terus belajar meningkatkan kapasitas dan kemampuan, sehingga pada 2024 itu dirinya layak mendapatkan itu.

“Ya, kalau harapan itu sih ada tapi yang jelas saya harus berkaca diri juga untuk bisa terus belajar tingkatin kapasitas dan kemampuan, sehingga 2024 saya layak dapatkan itu,” tutur lulusan Magister Universitas Gajah Mada ini.

“Intinya, semua mengalir aja sih karena kita sebagai manusia itu kan harus tetap belajar dan meyakini segala sesuatu itu sudah Allah siapkan yang terbaik bagi hambanya, artinya kita tetap terus berusaha untuk istiqomah saja dalam menjalani kehidupan ini lebih baik kedepan,” sambungnya.

Ia juga mengaku akan melanjutkan perjuangan pahlawan nasional perempuan, seperti RA Kartini atau Dewi Sartika yang telah banyak memberikan kontribusi dan inspirasinya buat perempuan masa kini.

“Sebagai kaum perempuan kita punya tugas lanjutkan perjuangan pahlawan perempuan negeri ini, karena berkat mereka perempuan hari ini punya hak sama dengan kaum lelaki. Termasuk, menjadi seorang pemimpin,” tutup Ade.

Kaum Milenial Mesti Kreatif

Generasi milenial dituntut kreatif  serta memiliki peran dalam meningkatkan pembangunan masyarakat, bangsa, dan negara kedepan. Demikian ditegaskan politisi muda Ade Puspitasari.

Politisi Golongan Karya (Golkar) ini mendorong para generasi milenial dapat memanfaatkan perkembangan teknologi sehingga mampu menjadikan dirinya sebagai manusia kreatif, inovatif dan berprestasi.

“Saya siap support kegiatan-kegiatan positif kepemudaan demi melahirkan generasi yang kreatif dan produktif dan punya tujuan untuk membangun bangsa dan negara, khususnya membangun Kota Bekasi,” tuturnya.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat inimengakui, sebagai bentuk dukungannya kepada kaum milenial agar melek dunia digital dan kreatif, inovatif dan berprestasi, dirinya saat ini bersama tim sedang menggagas ide untuk mengadakan kompetisi ‘Ade Puspita Sari Legend’.

“Kegiatan ini diharapkan bisa menghasilkan atlet-atlet yang berprestasi di Jawa Barat atau khususnya Kota Bekasi, dan tentunya mendorong juga ekonomi kreatif berbasis digital, karena hari ini sudah banyak juga ekonomi berbasis digital,” ungkapnya.

Selain itu, Ade berharap kaum milenial  cerdas dalam memanfaatin dunia digital, sehingga tak termakan dengan berita-berita bohong. “Jadi, selain mendorong milenial kreatif dan berprestasi dengan Esports saya berharap, milenial khususnya kaum perempuan melek politik, karena salah satu kita bisa dapat berjuang tentukan arah kebijakan dengan menjadi seorang pemimpin,” imbuhnyam

“Artinya, dengan kita jadi seorang pemimpin tentu akan memiliki kekuasaan, keleluasaan, dan kewenangan yang tentunya dapat kita gunakan dengan sebaik-baiknya demi untuk kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara, sekaligus meningkatan kualitas dan peranan kaum perempuan yang tentu tidak menutupi juga peran laki-laki,” tandasnya. (mhf)

Biodata

Ade Puspitasari

Lahir:     Bekasi, 18 Desember 1985

Pendidikan Terakhir        :

  • S2 Magister Managemen UGM

Karier dan Jabatan           :

  • Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi Partai Golkar (2019-2024)
  • Plt. Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi (2021)
  • Ketua PMI Kota Bekasi (2019-2024)
  • Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Bekasi (2018-2023)

 

Related Articles

Back to top button