Ramadan

Adab Adab Dalam Berdoa

Oleh : Achamd Muafi (Kelapa SDIT Baitul Halim)

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Menurut bahasa doa berasal dari bahasa Arab berbentuk masdar yang memiliki banyak arti diantaranya memanggil, memohon, atau meminta. Sedangkan menurut istilah doa artinya permintaan kepada Allah swt secara langsung untuk memperoleh hajat yang diinginkannya dan terhindar dari segala sesuatu yang tidak dikehendakinya.

Berdoa kepada Allah swt merupakan ibadah yang sebaiknya dilakukan setiap waktu, kapanpun dan dimanapun, karena Allah swt telah memerintahkan kepada seluruh hamba-Nya agar selalu berdoa kepada-Nya. Hal ini sebagaimana terdapat di dalam Al-Quran surat Al-Mu’min ayat 60, “Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam kedaan hina dina.”

Di dalam Al-Quran terdapat kumpulan doa yang pernah dipanjatkan oleh para Nabi. Nabi Adam as usai memakan buah yang dilarang untuk dimakan, lalu beliau bermunajat memohon ampunan kepada Allah swt, “Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni dan memberi rahmat kepada kani, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Al-A’raf: 23)

Nabi Nuh as ketika beliau menyesali atas perbuatan yang dilakukannya yaitu memohon kepada Allah swt agar anaknya yang kafir diberikan keselamatan dari datangnya adzab yang dahsyat, beliau as berdoa, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu untuk memohon kepada-Mu sesuatu yang aku tidak mengetahuinya. Kalau Engkau tidak mengampuniku, niscaya aku termasuk orang yang merugi.” (QS. Hud: 47)

Nabi Ibrahim as juga pernah berdoa, “Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap melaksanakan shalat, Ya Tuhan kami, terimalah doaku. Ya Tuhan Kami, ampunilah aku dan kedua orang tuaku dan orang-orang yang beriman pada hari diadakan perhitungan (hari kiamat).” (QS. Ibrahim: 40-41)

Di dalam Al-Quran, Allah swt berjanji akan mengabulkan setiap doa hamba-Nya yang dipanjatkan kepada-Nya. Oleh sebab itu, hendaknya dalam bedoa seorang hamba harus memperhatikan adab-adab dalam berdoa, yaitu :

Pertama, berdoa harus dengan dilandasi dengan niat yang benar. Seseorang yang berdoa kepada Allah swt hendaknya meniatkan berdoa sebagai bentuk cara beribadah kepada-Nya, serta menggantungkan semua harapan dan keinginan hanya kepada-Nya.

Kedua, berdoa dalam keadaan suci yaitu dalam kondisi berwudhu dan diutamakan untuk menghadap ke arah kiblat.

Ketiga, memulai berdoa dengan menyebut Asmaul Husna (nama-nama Allah swt yang indah) serta membaca shalawat untuk Nabi Muhammad saw. Di dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud, Rasulullah saw pernah bersabda, “Jika salah seorang dari kalian berdoa, hendaklah dia memulainya dengan mengucapkan hamdalah serta puja-puji kepada Allah, lalu bershalawat kepada Nabi. Barulah setelah itu ia berdoa meminta apa yang dia inginka.”

Keempat, berdoa dengan memiliki sebuah keyakinan bahwa Allah swt akan mengabulkan doa yang dipanjatkannya. Dari Abdullah bin Amr ra, bahwasannya Rasulullah saw bersabda, “Bedoalah kepada Allah swt dalam keadaan yakin akan dikabulkan. Sesungguhnya Allah tidak akan mengabulkan doa (seorang hamba) yang hatinya lalai.” (HR.Turmudzi)

Ya Allah, permudahkanlah urusanku, dan janganlah Engkau persulit. Amin.(*)

Related Articles

Back to top button