RADARBEKASI.ID, BEKASI – Data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi menunjukkan laporan evakuasi ular masih cukup tinggi.
Anggota Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi, Eko Budi Santoso atau yang akrab disapa Eko Uban menyebut pihaknya menangani lebih dari 100 panggilan terkait ular dalam kurun waktu tiga bulan terakhir.
Bahkan, dalam sepekan terakhir, sekitar 30 ekor ular berhasil diamankan dari berbagai lokasi di Kota Bekasi. Ular yang berhasil ditangkap biasanya ditempatkan sementara di ruang khusus sebelum dilepasliarkan kembali ke habitat yang jauh dari permukiman warga.
“Saya rilis di habitatnya jauh dari pemukiman warga, sebelumnya saya tampung dulu di rumah dan tempatnya khusus jadi ular gak bisa kemana-mana,” ucapnya
Eko mengimbau masyarakat untuk tidak mencoba menangkap ular sendiri saat menemukannya.
“Kalau melihat ular, boleh berteriak untuk meminta bantuan, tetapi tetap pantau pergerakannya. Jangan mencoba menangkap sendiri karena sangat berisiko. Minggu lalu ada warga yang mencoba menangkap ular dan mengalami luka hingga harus mendapat 20 jahitan. Segera hubungi Damkar atau petugas yang berpengalaman,” jelasnya.
Terbaru pihaknya melakukan evakuasi seekor ular sanca kembang (Python reticulatus) sepanjang sekitar empat meter dari area rumah kosong di Jalan Halmahera 2 Nomor 95, RT 06 RW 18, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Rabu (17/6). Proses evakuasi berlangsung cukup sulit karena ular bersembunyi di dalam lubang tanah sedalam sekitar satu meter. (rez)











