Ini Penjelasan Dirut RSUD Soal Pasien di Ruang Terbuka

Dirut RSUD CAM Kota Bekasi, Kusnanto Saidi.
Dirut RSUD CAM Kota Bekasi, Kusnanto Saidi.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Direktur RSUD Chasbullah Abdumadjid (CAM) Kusnanto Saidi buka suara soal viralnya video pasien di ruang terbuka depan Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD, Jumat (26/6/2021) siang.

“Terkait antrian tersebut. Sebelumnya kami meminta maaf dan kami sudah memantau sejak tadi (Kamis, red) malam, namun pagi (Jumat, red) hari tadi, ternyata banyak antrian pasien yang datang. Banyak warga yang meminta dirujuknya ke RSUD, dan kapasitas tenda tidak tertampung,” jelas Kusnanto.


Dia menjelaskan antrian sejumlah pasien di depan ruang Unit Gawat Darurat (UGD) itu mengakibatkan over kapasitas. Sehingga untuk sementara pasien yang ingin ke UGD, pihak rumah sakit menyediakan tenda dan lorong sebagai triase UGD.

Kusnanto, menambahkan pihak RSCAM Kota Bekasi telah membuka lorong gedung A ditetapkan sebagai triase dengan kapasits 15 tempat tidur (bed) dan satu lantai di gedung E untuk mengurai antrian pasien.


“Diinstruksikan oleh Pak Wali Kota dan kami telah membuka pada lorong pintu masuk gedung A ditetapkan sebagai triase dengan kapasitas 15 bed dan untuk mengurai pasien dan menambah satu lantai di gedung E dengan kapasitas 45 bed,” jelasnya.

Sore ini, sambung dia, seluruh penambahan kapasitas bed bisa difungsikan. Total kapasitas ada 600 bed di antaranya 400 bed untuk isolasi pasien Covid dan 200 bed untuk pasien umum.

“Insya Allah sore ini sudah bisa difungsikan dan beroperasional dan total ada 600 bed. 400 untuk pasien isolasi dan 200 pasien penyakit umum,” ungkapnya seraya menyebut sebanyak 60 persen pasien yang diisolasi ber-KTP Bekasi dan 40 persen KTP luar Bekasi. (zar)