Berita Bekasi Nomor Satu
DPRD  

Anggota DPRD Kota Bekasi Abdul Muin Desak Pemkot Genjot PAD

Anggota Komisi III DPRD Kota Bekasi, Abdul Muin Hafied

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Komisi III DPRD Kota Bekasi menyoroti realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kota Bekasi yang hingga awal Juli 2026 baru mencapai 47,47 persen.

Anggota Komisi III DPRD Kota Bekasi, Abdul Muin Hafied, mengatakan capaian tersebut berdasarkan laporan realisasi pendapatan periode 1 Januari hingga 2 Juli 2026.

Menurutnya, angka tersebut masih berada di bawah separuh target PAD tahun 2026 yang dipatok lebih dari Rp7 triliun.

“Ya masih di bawah 50 persen. Sampai 2 Juli 47,47 persen,” ujar Muin kepada Radar Bekasi.

Muin juga menyoroti belum adanya kontribusi pendapatan dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Menurutnya, hingga kini perusahaan milik daerah belum memberikan setoran terhadap PAD.

“Sorotan terhadap BUMD yang belum sama sekali melakukan penyetoran. Mudah-mudahan saja angka ini selalu bergerak, sehingga pencapaian target kurang lebih Rp7 triliun bisa tercapai,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga menilai realisasi pendapatan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masih relatif rendah.

Berdasarkan data yang diterima Komisi III, realisasi pendapatan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) baru mencapai Rp930,93 miliar atau 39,86 persen dari target lebih dari Rp2,3 triliun.

Kemudian, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) baru membukukan pendapatan Rp11 miliar lebih atau 26,32 persen dari target lebih dari Rp42 miliar.

Sementara itu, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) merealisasikan pendapatan Rp3 miliar lebih atau 23,80 persen dari target lebih dari Rp13 miliar.

Adapun Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) mencatat realisasi terendah, yakni Rp416 juta atau 16,64 persen dari target Rp2,5 miliar.

Muin berharap realisasi PAD terus meningkat mengingat masih banyak program pembangunan yang membutuhkan dukungan anggaran besar. Mulai dari pembangunan infrastruktur, penanganan banjir, penguraian kemacetan, hingga tingginya belanja pegawai.

“Mudah-mudahan kondisi Kota Bekasi 2026-2027 bisa kembali normal di PAD kita, dan diharapkan mampu kita selesaikan minimal 98 persen,” tegasnya.

Ia pun mendorong Pemerintah Kota Bekasi memaksimalkan sisa waktu hingga akhir tahun untuk menggenjot pendapatan daerah. Muin optimistis target tersebut dapat terealisasi karena penerimaan PAD umumnya meningkat pada semester kedua.

“Optimis akan mencapai 98 persen sampai akhir tahun, karena selama ini umumnya pertengahan sampai akhir akan semakin banyak pemasukan PAD,” pungkas Anggota Dewan dari PAN ini. (adv)