Tiga Pelaku Tawuran Dicokok

UNGKAP KASUS : Polisi menghadirkan tersangka kasus tawuran saat ungkap kasus di Polsek Pondok Gede Kota Bekasi, Selasa (21/9). RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI.

RADARBEKASI.ID, PONDOK GEDE – Polisi mengamankan tiga orang yang diketahui terlibat bentrok di Jalan Arteri JORR, Kelurahan Jatiwarna, Kecamatan Pondokmelati Kota Bekasi.

Ketiganya ditangkap di rumahnya masing-masing setelah diketahui melakukan penganiayaan dan pengeroyokan. Mirisnya, para pelaku masih berusia 16 dan 18 tahun.


Kejadian bermula saat salah satu kelompok yang menamai diri mereka sebagai Geng Rawsterdam merayakan ulang tahun salah satu anggotanya di wilayah Jatibening. Ulang tahun dirayakan dengan cara berkumpul sampai pukul 04.00 dini hari.

Melalui media sosial, akhirnya geng ini membuat janji dengan lawannya, Geng Groax 297 di TKP, Minggu (12/9) dini hari.


Sesampainya di TKP, kedua kelompok telah bersiap untuk saling serang. Salah satu anggota Geng Groax 297 berinisial CHP tertinggal saat berusaha melarikan diri hingga menjadi bulan-bulanan Celek dan kedua kawannya.

“Korban bacok masih dalam perawatan di RS Polri Kramat Jati,” ungkap Kapolsek Pondok Gede, Kompol Puji Hardi.

Korban diketahui menderita luka sabetan senjata tajam di kedua lengan, paha sebelah kanan, dan pinggang sebelah kiri. Pihak kepolisian masih mengusut lebih lanjut peristiwa ini. Sementara ini gengsi antara satu kelompok dengan kelompok lain diduga melatarbelakangi bentrokan yang terjadi. “Rata-rata di bawah umur, tapi ini campur lah, ada yang dewasa juga,” tambahnya.

Sementara itu salah satu tersangka mengaku kelompoknya lebih dulu diserang oleh kelompok korban. Kelompok korban lebih dulu menyerang menggunakan petasan, hingga akhirnya pelaku bersama dengan kawan-kawannya berbalik arah menyerang kelompok korban.

“Jadi janjian di kampung sawah, saya sudah dibantai duluan sama mereka pakai petasan, saya putar balik,” kata salah satu tersangka.

Sejumlah barang bukti diamankan oleh pihak kepolisian, diantaranya sebilah celurit, celana berlumuran darah, dan dua telepon genggam. Akibat perbuatannya, ketiga tersangka dijerat pasal 170 KUHP tentang tindak pidana pengeroyokan, terancam hukuman 6 tahun penjara. (sur)