Pendidikan

Cerita Umi Maroah, Peserta Seleksi PPPK Guru

Belajar di Sela Waktu Mengajar

Umi Maroah

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Umi Maroah merupakan salah satu peserta seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru 2021. Seleksi itu menjadi pengalaman pertamanya.

Guru honorer di SDN Jatiasih IV Kota Bekasi ini mengungkapkan alasannya mengikuti PPPK 2021. “Saya memilih untuk mengikuti seleksi ini, satu karena usia saya dan tahun ini tidak ada pilihan lain selain PPPK untuk posisi guru,” ungkap perempuan berusia 37 tahun ini kepada Radar Bekasi, Rabu (22/9).

Umi-begitu ia disapa- daftar seleksi administrasi PPPK guru pada Juli 2021. Bersaing dengan banyaknya guru, membuat perempuan berhijab ini cukup waswas.

Ia hanya mengandalkan poin tambahan dari usianya saat ini. Sedangkan lamanya jamnya mengajar di sekolah negeri minimal lima tahun belum mencukupi.

Tenaga pendidik ini baru mengajar di sekolah negeri pada 2016, sebelumnya sejak 2008 dirinya menjadi guru di sekolah swasta. Kendati demikian, Umi optimis lolos seleksi administrasi.

“Saya masih lima tahun kurang, karenakan baru pindah ke negeri itu Oktober. Jadi poin tambahan itu gak dapet, ya paling cuma dapat diumur doang soalnya saya umurnya sudah 37 tahun,” katanya.

Kerja keras, doa, dan keoptimisan nya berbuah manis. Pada 10 Agustus 2021, melalui situs web BKN dirinya dinyatakan lolos seleksi administrasi PPPK guru.

Setelah lolos, Umi menjalani seleksi tahap pertama bersama guru lain pada 16 September 2021. Ia kembali waswas karena harus belajar di sela mengajar.

“Saya kebagian ikut seleksi di tahap pertama untuk guru negeri. Bener-bener was-was banget, belajar di sela-sela waktu mengajar apalagi saat itu sudah mulai pembelajaran tatap muka, bener-bener ekstra banget belajarnya,” ungkapnya.

Dalam seleksi tahap pertama itu, dirinya harus mengerjakan tiga tahapan soal. Yakni manajerial kultur terdiri dari 45 soal dengan bobot penilaian 200 poin, tes wawancara terdiri dari 10 soal dengan bobot penilaian 40, dan tes teknis terdiri dari 100 soal dengan bobot penilaian 100.

“Dari tiga tahapan itu, alhamdulillah saya masuk dalam nilai passing grade. Untuk manajerial saya dapat poin 187, wawancara dapat poin 36 dan teknis dapat poin 320,” jelasnya.

Pada 24 September 2021 besok, dirinya baru akan mengetahui pengumuman hasil seleksi PPPK. Ia berharap bisa mendapatkan keberuntungan dari usahanya ini.

“Yang terpenting saya sudah berusaha, untuk hasilnya saya serahkan semua kepada Allah,” ungkapnya.

Jika dalam seleksi tahap pertama tak lolos, dirinya tak akan patah semangat. Umi justru akan kembali mengikuti seleksi pada tahap berikutnya.

“Semisal saya tidak lolos nanti, saya akan tetap berjuang untuk mengikuti tahap selanjutnya. Karena semua kesempatan pasti berpihak kepada kita, jika kita terus berusaha,” pungkasnya. (dew)

Related Articles

Back to top button