Pendidikan

Raih Prestasi di Ajang C4

Dzakki Damar Rabbani

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pandemi Covid-19 tak menyurutkan Dzakki Damar Rabbani (17) untuk mengasah kemampuan dan meraih prestasi. Belum lama ini, siswa kelas XII SMAN 10 Kota Bekasi meraih prestasi dalam ajang Cloud Computing Club Competition (C4) Provinsi Jawa Barat jenjang SMA yang diselenggarakan oleh Yayasan Sagasitas Indonesia bekerjasama dengan Tim Amazon Service (AWS) Indonesia dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.

“Suatu kebanggaan terutama bagi saya, karena diberikan kepercayaan untuk mengikuti event ini. Dalam kesempatan ini diberikan hasil yang terbaik oleh Allah,” ungkap Dzakki- begitu sapaan akrabnya.

Dalam ajang C4 yang diikuti empat orang dalam kelompoknya, terdapat beberapa kategori penghargaan yang diraih. Antara lain, presentator terbaik SMA, juara 1 SMA dan individu serta dirinya sebagai siswa yang akan ditampilkan pada AWS Indonesia regional launch perwakilan Provinsi Jawa Barat.

Melalui kelompok Simple Tim, dirinya bersama tim membuat website e-commerce bernama SMAN 10 BKS- Store. Setiap orang memiliki tugas masing-masing seperti editor halaman, desain, membuat program dan menulis.

Website yang dibuat memiliki layanan seperti Pandemi Setup (masker dan hand sanitizer), SMAN 10 Banget (keperluan pembayaran administrasi sekolah serta pembelian seragam siswa), Kerajinan Siswa (dari hasil karya siswa bisa menghasilkan uang),  Aplikasi Premium (untuk hiburan seperti netflix, viu dll), Kantin (agar di kondisi pandemi seperti ini dan mulai PTM, penjual di kantin sekolah bisa tetap mendapat penghasilan tentu dengan minim bersentuhan), serta Danusan Organisasi (agar memudahkan organisasi dan ekskul SMAN 10 Bekasi untuk mencari keuntungan materi seperti buat uang kas  atau untuk dana suatu acara dengan cara berjualan online).

Ia menjelaskan, ide membuat website itu untuk menyelesaikan masalah di sekolah terkait adanya peserta didik yang melakukan kegiatan jual beli di sekolah. Kegiatan itu dilakukan dengan berkeliling, sehingga mengganggu siswa lainnya.

“Masalah tersebut lah yang ingin kami cari solusinya dari Simple Team, yang bisa menjadi kegunaan agar peserta didik bisa mempromosikan produknya tetapi dengan cara yang simple dan tidak mengganggu peserta didik lain,” pungkasnya. (dew)

Related Articles

Back to top button