Verifikasi Data Mahasiswa Calon Penerima Bantuan Belum Selesai

ILUSTRASI: Mahasiswa Ubhara Jaya mengerjakan tugas kuliah di salah satu ruangan kampus. Proses verifikasi data mahasiswa calon penerima bantuan biaya kuliah dari Pemerintah Kota Bekasi belum selesai. DEWI WARDAH/RADAR BEKASI
ILUSTRASI: Mahasiswa Ubhara Jaya mengerjakan tugas kuliah di salah satu ruangan kampus. Proses verifikasi data mahasiswa calon penerima bantuan biaya kuliah dari Pemerintah Kota Bekasi belum selesai. DEWI WARDAH/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Proses verifikasi data mahasiswa calon penerima bantuan biaya kuliah dari Pemerintah Kota Bekasi belum selesai. Padahal, verifikasi yang dilakukan oleh Dinas Sosial dibantu Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) dan Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) ini ditargetkan rampung akhir September 2021.

Menurut Ketua ADI MPD Bekasi Raya Wawan Hermawansyah, semula verifikasi dijadwalkan selesai pada akhir September. Namun karena terdapat penambahan syarat, verifikasi membutuhkan waktu sekitar satu minggu lagi.


“Memang semula kita menargetkan pada akhir September ini selesai, namun ada berkas yang diminta oleh pemerintah dalam pengajuan program bantuan ini. Jadi mungkin membutuhkan waktu kembali untuk diverifikasi,” kata Wawan kepada Radar Bekasi, Kamis (30/9).

Ia menjelaskan, satu berkas yang diminta untuk dilampirkan oleh calon penerima bantuan berupa surat domisili dari kelurahan masing-masing tempat tinggal mahasiswa. Syarat ini tidak dibutuhkan sebelumnya.


“Tahun kemarin dokumen ini gak diminta, tapi untuk saat ini diminta. Makanya membutuhkan waktu untuk verifikasi kembali datanya,” katanya.

Diketahui, Pemerintah Kota Bekasi menganggarkan program bantuan bagi mahasiswa kurang mampu yang terdampak pandemi sebesar Rp4 miliar untuk 1.774 penerima. Setiap penerima akan mendapatkan bantuan sebesar Rp2,3 juta untuk biaya kuliah.

Dari 1.774 kuota yang diberikan, pihaknya menerima 840 data baru mahasiswa yang mengajukan. Sementara 934 mahasiswa yang sudah menerima program bantuan tahun lalu, kembali mengajukan bantuan pada tahun ini.

“Tahun lalu kita memberikan bantuan kepada 1.309 mahasiswa, nah dari situ tersaringlah 934 mahasiswa yang diizinkan kembali untuk mengajukan program yang sama. Data ini disaring karena ada mahasiswa yang perekonomiannya sudah pulih dan ada juga mahasiswanya yang sudah lulus,” katanya.

Dikatakan, proses verifikasi data mahasiswa yang telah menerima bantuan sebelumnya dilakukan oleh perguruan tinggi masing-masing. Verifikasi mengacu layak atau tidaknya menerima bantuan kembali.

“Nah untuk data yang ada saat ini yaitu 934, verifikasinya langsung ditangani oleh perguruan tinggi masing-masing,” pungkasnya. (dew/oke)