Tahap Empat 2,6 Kilometer

JALAN BARU: Pengendara melintas di Jalan JSS Mandala- Jatiasih, di Kawasan Bekasi Selatan Kota Bekasi, Senin (4/10). Jalur tersebut rencana akan diperpanjang. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI.

BEKASI SELATAN – Pembangunan Jalan dan Saluran Sekunder (JSS) yang menghubungkan wilayah kecamatan Bekasi Selatan dan Jatiasih direncanakan kembali dibangun. Rencananya pembangunan tersebut masuk tahap empat.

Akhir September lalu, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) beserta Dinas Terkait dan Camat Jatiasih serta Camat Bekasi Selatan sudah melakukan sosialisasi kepada warga di dua kecamatan.


Kepala Bidang Pertanahan pada Disperkimtan Kota Bekasi, Heryanto menjelaskan sejauh ini rapat dengan Dinas terkait, Camat Jatiasih dan warga Jakasetia serta Jatiasih, baru sebatas pembahasan dan sosialisasi.

“Sesuai dengan tupoksi kita, bahwa memang akan adanya rencana lanjutan pembangunan Jalan dan Saluran Sekunder (JSS) Jakasetia Jatiasih tahap empat,” kata Haryanto kepada Radar Bekasi ketika dihubungi, Senin (4/10).


Berdasarkan data yang didapat, lanjut dia, diperkirakan pembangunan JSS tahap empat mencapai 2,6 kilometer. Kemudian, bidang yang akan dibebaskan untuk pembuatan JSS sekitar 122 bidang, sesuai data yang didapat dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bekasi.

“Saya juga khawatir kurang akurat. Tapi kurang lebih seperti itu data yang saya dapat. Bisa di konfirmasi lagi ke Distaru, DBMSDA karena mereka yang mengukur pertamanya,” ucapnya.

Pada intinya, ia mengaku, pihaknya telah menyampaikan bahwa hasil dari BPN tanah masyarakat sekitar akan terkena proses pelebaran JSS Jakasetia Jatiasih.

Namun, untuk pembebasannya BPN juga sudah memberikan data-data ke pihak Disperkimtan seperti Alas Hak, kepemilikan dan luas lahan yang akan dibebaskan.

“Ya sementara ini kita baru proses sosialisasi saja belum masuk proses pengadaan lahan. Sosialisasinya kita lakukan bersama OPD-OPD kepada masyarakat yang bersinggungan langsung terhadap proses pelebaran jalan JSS Jakasetia-Jatiasih,” paparnya.

Sejauh ini kata dia baru sosialisasi awal. Untuk targetnya pihaknya belum bisa menyampaikan. Sebab, hasil pertemuan masyarakat rata-rata mengetahui dan mempertanyakan kapan pengerjaan dan berapa lebar dan luas JSS yang akan dibangun.

“Ya kita saat ini baru pembahasan saja. Setelah dilakukan rapat dengan pimpinan. Untuk pembangunannya akan dilakukan oleh pusat yakni Menteri PUPR,” tukasnya.

Sementara, Camat Jatiasih, Mariyana membenarkan sudah adanya pembahasan atau sosialisasi kepada warga Mandala, Jatiasih dan Jakasetia terkait pembangunan JSS tahap empat.

“Setelah sosialisasi kita akan data keseluruhan di masing-masing OPD. Kalau sosialisasi sudah semua disosialisasikan dan tidak ada komplain terlalu berat. Intinya pada saat itu dibuktikan sertifikat dan akan ada appraisal atau ajuan lainnya,” terangnya.

Pihaknya juga akan meminta data ke PJT II. Karena warga juga perlu mengetahui lama untuk kelanjutan pembangunan JSS. Dan intinya mereka juga sudah menyadari bahwa akan ada pembangunan jalan dan Saluran Sekunder.

“Kita juga di lahan-lahan yang kosong beberapa waktu lalu sudah kita eksekusi. Eksekusinya pun telah dilakukan oleh DBMSDA,” ucapnya.

Sejauh ini tinggal kesiapan dari OPD-OPD yang terkait. Pihaknya dari kecamatan hanya sebagai tim sosialisasi, memfasilitasi warga.

“Yang pasti pada sampai saat ini kondisi masih kondusif. Saya juga belum bisa memastikan targetnya kapan. Karena kalau sudah clear Kementerian PUPR siap membangun. Saya juga himbau kepada warga yang terkena pembangunan JSS untuk mensuport karena ini bukan kepentingan pemerintah tapi kepentingan masyarakat umum,” tukasnya. (pay)