Sempat Mangkrak, Kembali Diusulkan 2022

ILUSTRASI: Kondisi bangunan Gedung Uji KIR Dishub Kota Bekasi di Jalan Pejuang, Bekasi Utara, yang sempat mangkrak. DOK/RADAR BEKASI

BEKASI SELATAN – Pembangunan Gedung Pelayanan Pengujian Kendaraan (KIR) Dishub Kota Bekasi yang sempat mangkrak sejak dibangun 2018 lalu, diusulkan kembali untuk pembangunan lanjutan pada 2022 mendatang.

Sebelumnya, pembangunan gedung yang berada di Jalan Pejuang, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi itu sudah menyedot anggaran sebesar Rp 17 miliar dari APBD Kota Bekasi 2018 lalu.


Kepala Bidang Bangunan Gedung Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertahanan (Disperkimtan) Kota Bekasi, Giarto mengatakan, di tahun 2022 di rencana kerja (Renja) pengajuan pembangunan lanjutan Gedung KIR masih muncul.

“Itu akan menjadi prioritas kita. Karena itu sudah mangkrak tiga tahun. Dari 2018 sampai 2021 belum tersentuh lanjutan pembangunannya,” kata Giarto kepada Radar Bekasi, Selasa (5/10).


Menurutnya, menindaklanjuti proses pembangunan, kondisi gedung tahap awal akan dilakukan peninjauan. Begitupun, kondisi eksistingnya gedung, pihaknya sedang mempersiapkan untuk pengontrolannya.

“Kalau fisiknya sih sudah sesuai dengan rencana 2018 kemarin. Kalaupun ada beberapa komponen yang kurang akan kita cek ulang kondisinya,” ucapnya.

Ia juga mengakui, selama pembangunan sebelumnya Quality Control betonnya diklaim sesuai. “Makin bagus ya kalau mutu betonnya sesuai dengan rencana yang sebelumnya. Tapi kita takutkan ya seumpamanya nanti betonnya waktu pengecoran itu Quality Controlnya kurang otomatis kekuatannya berkurang juga,” ujarannya.

“Dan biasanya sih kalau dilakukan terkait dengan pengawasan Quality Controlnya sesuai, itu biasanya sesuai juga dan mutunya akan semakin baik. Itu akan kita cek uji hammer sebagai uji kelayakan gedung,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan, untuk tahun 2018 gedung yang sudah di bangun berupa set development, struktur bangunan itu yang sudah dilaksanakan. Terus, prasarana pemagaran dan perkerasan halam itu sudah masuk di set development kemarin.

Namun, untuk pembangunan selanjutnya akan dilakukan Arsetural dan map serta bagian struktur bangunan.

“Untuk penyelesaian bangunan estimasi anggaran yang harus dikeluarkan sekitar Rp 10 sampai Rp 11 miliar. Tapi nanti akan kita cek sesuai dengan kondisi eksisting. Intinya tahun 2022 akan kita prioritaskan karena sudah lama mangkrak,” tukasnya. (pay)