Jadi Korban Penganiayaan, Kece Justru Minta Maaf ke Bonaparte

Tersangka penista agama Muhammad Kece. Foto: youtube muhammad kece.

RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Meski telah menjadi korban penganiayaan di tahanan Bareskrim Polri, tersangka kasus penistaan agama Muhammad Kece justru meminta maaf kepada Irjen Pol Napoleon Bonaparte, pelaku penganiayaan terhadap Kece.

Permohonan maaf ini disampaikan Kece melalui secarik surat. ”Isinya hanya permintaan maaf dari yang bersangkutan,” terang Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Kepolisian Indonesia, Brigadir Jenderal Polisi Rusdi Hartono dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Jumat (8/10).


Rusdi menampik jika surat itu berisi pencabutan laporan atas penganiayaan yang menimpa Kece.
“Jadi sampai saat ini penyidik tidak menerima pencabutan laporan, sehingga kasusnya masih terus diproses,” kata Hartono.

Yang disampaikan penyidik, kata dia, yang adanya adalah permintaan maaf dari Kece kepada Bonaparte, jenderal bintang dua polisi yang ditahan karena dugaan suap dan penghapusan daftar merah terhadap Djoko S Tjandra, terpidana korupsi hak tagih Bank Bali.


Apa alasan Kece minta maaf kepada Napoleon? Rusdi mengaku masih perlu pendalaman lagi. “Alasan ini perlu didalami lagi. Mungkin karena situasi psikis yang bersangkutan, atau mungkin saja bisa terjadi seperti itu,” ujar dia.

Sementera itu Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Kepolisian Indonesia, Brigadir Jenderal Polisi Andi Rian Djajadi dikonfirmasi terpisah menegaskan, tidak ada pencabutan laporan oleh Kece.

Sama seperti Rusdi, menurutnya, Kece justru membuat surat permintaan maaf yang ditujukan kepada Bonaparte.

Menurut Djajadi, surat permintaan maaf ini tidak akan menghambat proses penyidikan dugaan penganiayaan Napoleon bersama empat tersangka lain.

“Tidak ada permintaan pencabutan dari KC (Kace). Yang ada adalah surat permintaan maaf KC kepada NB (Napoleon Bonaparte). Tidak (mengganggu penyidikan),” ungkap dia.

Adapun informasi tentang Kece mencabut laporannya disampaikan oleh kuasa hukum Bonaparte, Ahmad Yani.

  1. Dia yang menyebut, tersangka kasus dugaan penistaan agama Muhammad Kece alias Kace sudah mencabut laporan dugaan penganiayaan.

Yani menyebutkan, Kece telah mencabut laporan dugaan penganiayaan. Surat ditujukan kepada Direktur Pidana Umum Bareskrim Kepolisian Indonesia, pada 3 September lalu.

Ia pun heran mengapa kasus penganiayaan Kece yang menjerat kliennya sebagai tersangka masih berlanjut. (wsa)