Gara-gara Wifi, Tetangga Dibacok

Illustrasi Pembacokan

KARANGBAHAGIA – Nasib naas menimpa Lasso Apuan (38), warga Perumahan Karanganyar Residence Blok E Desa Karang Anyar Kecamatan Karang Bahagia ini, dibacok tetangganya berinisial E menggunakan kampak, Senin (11/10).

Akibat pembacokan tersebut, korban menderita luka di bagian kepala sebelah kiri. Aksi pembacokan ini diduga lantaran pelaku berinisial E menuduh korban Lasso Apuan menggunakan jaringan wifi miliknya. Persoalan tersebut sudah terjadi sejak dua minggu yang lalu. Dan sudah didamaikan oleh pihak desa setempat. Namun pada Senin (11/10), pelaku tiba-tiba mendatangi rumah korban dengan membawa kapak dan langsung membacok.


Peristiwa pembacokan tersebut berhasil terekam CCTV salah satu rumah warga. Dari rekaman CCTV, terlihat pelaku yang datang menggunakan sepeda motor langsung membuka jok motor untuk mengambil kampak. Kemudian, pelaku yang menggunakan helm langsung meminta korban keluar sambil membacok gerbang rumah korban dengan kampak.

Melihat itu, korban yang berada di dalam rumah langsung panik dan berteriak maling. Lalu pelaku berusaha membuka gerbang rumah korban. Saat itu, korban yang berada di dalam rumah berusaha memberikan perlawanan dengan menggunakan sapu. Tapi, pelaku berhasil masuk ke dalam rumah dan langsung membacok korban dengan kampak.


Setelah itu, korban yang sudah berlumuran darah berusaha mendorong pelaku agar keluar dari rumahnya sambil teriak minta tolong. Warga yang mendengar teriakan itu langsung mendatangi lokasi kejadian. Melihat warga sudah banyak, pelaku panik kemudian melarikan diri dengan meninggalkan kendaraan miliknya di depan rumah korban.

“Saya dibilang menggunakan wifi dia (pelaku). Sedangkan saya tidak tahu passwordnya, bagaimana bisa itu terjadi. Namun pelaku kekeh kalau saya menggunakan wifi-nya,” ujar Lasso, usai mendapat perawatan.

Dia mengaku, persoalan ini sudah terjadi dari dua minggu yang lalu. Sebelumnya, Lasso bersama pelaku, sudah dimediasi oleh RT setempat, dan keputusannya berdamai. Namun, tidak tahu kenapa pelaku datang kembali dengan membawa kapak sambil menggedor-gedor pagar rumahnya dan langsung membacok.

“Dia (pelaku) membawa kapak dari rumahnya. Kondisi saya sedang berada di dalam rumah. Lalu dia teriak-teriak, kuar-kuar lo, saya bacok kau. Jarak rumah saya dan pelaku, ada sekitar lima sampai sepuluh meter,” terang Lasso.

Usai dibacok, dirinya langsung dibawa oleh warga ke klinik. Namun, klinik yang didatangi tidak sanggup memberikan perawatan karena luka yang dialaminya cukup parah. Sampai akhirnya, Lasso harus dibawa ke Rumah Sakit Sentral Medika untuk mendapatkan perawatan.

“Lukanya cukup parah, sampai delapan jahitan. Saya sudah melapor ke Polsek Cikarang Utara,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua RW setempat, Sumiyanto, sudah mendapatkan laporan dari RT, adanya kejadian tersebut pada pukul 08.00 WIB. Mendapat laporan itu, dirinya langsung meminta RT untuk membuat berita acara dari pihak korban beserta saksi-saksi. Kemudian, dirinya langsung menghubungi pihak kepolisian.

“Kedua pihak ini sudah pernah ribut, tapi sudah didamaikan. Yang saya tahu permasalahannya, karena wifi. Karena pelaku merasa wifi-nya itu di pakai korban,” tutur Sumiyanto.

Kapolsek Cikarang Utara, Kompol Mustakim mengungkapkan, pihaknya sedang memproses laporan korban dan sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Sayangnya, Mustakim enggan memberikan keterangan secara pasti, apakah pelaku sudah berhasil ditangkap atau belum.

“Ya sabar, emang cabe, begitu digigit langsung terasa pedasnya. Doain saja pelaku tidak kabur ke luar kota,” beber Mustakim melalui pesan singkat. (pra)