Seolah Didukung, Pekerja THM Divaksin

LEWATI THM: Seorang anggota Polisi melewati salah satu Tempat Hiburan Malam (THM) di kawasan ruko Thamrin Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi, Senin (11/10). ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, CIKARANG PUSAT – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bekasi tak berdaya untuk mencegah atas beroperasinya Tempat Hiburan Malam (THM). Padahal, sesuai Peraturan Daerah (Perda) No 03 Tahun 2016 tentang Kepariwisataan, THM di Kabupaten Bekasi dilarang beroperasi.

 


“Secara regulasi, THM di Kabupaten Bekasi tidak boleh ada yang beroperasi dan saya akui memang masih banyak yang membandel. Namun ketika dilakukan operasi, tidak ada yang buka,” ujar Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol PP, Rohadi, saat dihubungi Radar Bekasi, Senin (11/10).

 


Ia menyampaikan, segala upaya telah dilakukan terkait penegakan Perda. Bahkan sudah melakukan penindakan dengan cara menyegel sejumlah THM yang ada di Kabupaten Bekasi.

 

“Jadi, bukannya kami menutup mata terkait kegiatan THM yang masih beroperasi. Hanya saja, selalu seperti kucing kucingan, dan secara aturan dan prinsip, kami tetap melarang,” ucapnya.

 

Namun kata Rohadi, larangan THM untuk beroperasi seakan mendapat dukungan dari pemerintah yang melakukan kegiatan vaksinasi sebagai bentuk untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

 

Kata dia, belum lama ini, petugas gabungan melakukan vaksinasi di sejumlah THM. Dan vaksinasi itu diberikan kepada para pegawai yang bekerja di THM serta para Pemandu Lagu (PL).

 

“Kalau masalah vaksinasi yang dilakukan, itu coba bisa tanyakan ke bidang Linmas ya. Kalau saya penegakan Perdanya, dan THM memang harus dilarang beroperasi,” terang Rohadi.

 

Sementara itu, Kabid Linmas Satpol PP Kabupaten Bekasi, Muttaqin menyampaikan, dirinya tidak mengetahui kegiatan vaksinasi yang dilakukan pemerintah terhadap pekerja di THM.

 

“Saya kurang mengetahui terkait kegiatan tersebut,” jawanya singkat. (and)