RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi berencana menambah titik pelaksanaan Car Free Day (CFD) seiring meningkatnya animo masyarakat yang memanfaatkan kawasan tersebut untuk berolahraga hingga menggelar berbagai kegiatan.
Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi, Junaedi, meminta kepada Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satpol PP untuk mengkaji titik baru menjadi lokasi CFD. Salah satunya di kawasan Alun-Alun Kota Bekasi.
“Tentunya kita berharap juga nanti dikaji dengan Dishub, Satpol PP. Kalau kita membuka ke tempat yang baru harus diperhatikan kaitan dengan keamanan, terutama Lalin,” katanya, Senin (11/5).
Ia menekankan kajian dilakukan secara menyeluruh agar tidak menimbulkan dampak seperti kemacetan maupun keluhan masyarakat. Menurutnya, tingginya antusiasme warga membuat ruang aktivitas CFD perlu diperluas ke sejumlah titik lain di Kota Bekasi.
“Karena apa, warga masyarakat sekarang sudah sangat antusias terhadap kegiatan Car Free Day,” ucapnya.
Hal senada disampaikan Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Pra Fitria Angelia. Ia menyebut masyarakat selalu menantikan pelaksanaan CFD setiap pekan.
“Untuk antusiasme warga sangat tinggi, masyarakat saat ini selalu menunggu-nunggu CFD,” kata Fitria.
Selain di Jalan Ahmad Yani yang dikelola langsung oleh Pemkot Bekasi, titik lain yang terpantau menjadi lokai CFD yakni Harapan Indah (HI) dan Lagoon.
Selain masyarakat umum, kegiatan CFD ini menurut Fitria juga menjadi momen untuk menggerakkan perekonomian, membuka peluang bagi para pelaku UMKM. Khususnya di Jalan Ahmad Yani, tingginya animo masyarakat serta banyaknya pelaku UMKM membuat Pemkot Bekasi mesti memastikan ketertiban area CFD dan sekitarnya.
“Akhirnya ada dinas UMKM yang hari ini menata, kemudian teman-teman Satpol-PP yang menindak jika ada yang berjualan di sembarang tempat atau di tempat yang memang bukan lokasi untuk berjualan,” tambahnya.
Titik baru CFD akan segera dikaji oleh beberapa perangkat daerah seperti DLH, Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satpol-PP. Kajian tersebut menyangkut berbagai aspek, diantaranya lalu lintas dan keamanan.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Teguh Indrianto, mengatakan terdapat beberapa titik potensial untuk pengembangan CFD guna mengurangi konsentrasi massa di Jalan Ahmad Yani.
“Jadi memang ada beberapa tempat yang memang potensial untuk dijadikan titik baru kegiatan Car Free Day,” katanya.
Ia menjelaskan, saat ini terdapat empat titik pelaksanaan CFD, yakni Jalan Ahmad Yani dan kawasan Harapan Indah yang ditetapkan pemerintah, meski pelaksanaan di Harapan Indah saat ini masih vakum dan berpeluang diaktifkan kembali. Dua titik lainnya, Lagoon dan Dukuh Zamrud, masih dikelola secara mandiri oleh pengelola kawasan.
Titik-titik tersebut akan dikaji dari aspek animo masyarakat, rekayasa lalu lintas, serta keamanan.
“Perlu dipastikan titik-titik itu mudah untuk dilakukan manajemen rekayasa lalu lintas, ke dua kita harus berhitung terkait dengan kekuatan keamanan dari aspek kelalulintasan maupun aspek keamanan Car Free Day itu,” tambahnya. (sur)











