Berita Bekasi Nomor Satu

Pembangunan SMPN 6 Cikarang Selatan Tertahan Administrasi Aset

Siswa SMPN 6 Cikarang Selatan berbaris di lapangan. FOTO: ISTIMEWA

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pembangunan SMPN 6 Cikarang Selatan (Ciksel) tertahan. Lambatnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi dalam merapikan administrasi lahan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum) yang menjadi aset daerah berdampak pada tertundanya pembangunan unit sekolah baru (USB) tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Imam Faturochman, pihaknya hanya mengajukan pembangunan USB untuk SMPN 6 Cikarang Selatan. Pasalnya, wilayah Cikarang Selatan setiap penerimaan siswa baru selalu terjadi kelebihan kapasitas.

Menurut Imam, perencanaan pembangunan dan persoalan lahan merupakan kewenangan dinas teknis terkait. Adapun lokasi SMPN 6 Cikarang Selatan berada di atas lahan fasos-fasum milik pihak swasta di Desa Sukasejati.

“Hal ini akan kami sampaikan. Sebab wilayah tersebut memang perlu perhatian untuk penerimaan siswa baru,” jelasnya, Senin (11/5).

Ia mengatakan SMPN 6 Cikarang Selatan telah menerima peserta didik angkatan pertama pada tahun ajaran sebelumnya. Tenaga pendidik pun sudah tersedia.

Namun, kegiatan belajar mengajar masih harus menumpang di sekolah lain.

“Saat ini sekolahnya masih numpang di SMPN 3 Cikarang Selatan,” ujar Imam.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Bekasi, Nurchaidir, mengatakan pihaknya masih berkoordinasi dengan Dinas Cipta Karya terkait site plan lokasi lahan yang disebut merupakan fasos-fasum dari pengembang.

“Sampai saat ini belum ada berita acara serah terima (BAST). Jadi nantinya akan kami dorong supaya melakukan penyerahan yang didukung dengan site plan atau blok plan,”kata Chaidir.

Ia menjelaskan, pembangunan fasilitas pendidikan yang dibiayai APBD harus didukung administrasi aset yang jelas dan tercatat dalam Kartu Inventaris Barang (KIB).

“Kami mengantisipasi supaya tidak terjadi seperti pembangunan puskesmas yang berdomisili di Desa Ciantra. Sebab pemerintahan harus mengedepankan tertib administrasi,”ucapnya.(and)