Siswa Belajar Bercocok Tanam Hidroponik di Masa Pandemi

BERI MATERI: Seorang guru memberikan materi pelajaran tentang bercocok tanam secara hidroponik kepada siswa SMA Nassa School, Senin (11/10). Project based learning (PBL) atau Pembelajaran berbasis proyek ini dilakukan selama dua minggu oleh siswa kelas XII. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI
BERI MATERI: Seorang guru memberikan materi pelajaran tentang bercocok tanam secara hidroponik kepada siswa SMA Nassa School, Senin (11/10). Project based learning (PBL) atau Pembelajaran berbasis proyek ini dilakukan selama dua minggu oleh siswa kelas XII. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Siswa SMA Nassa School belajar bercocok tanam dengan teknik hidroponik di masa pandemi mulai Senin (11/10).

Project based learning (PBL) atau Pembelajaran berbasis proyek ini dilakukan selama dua minggu.
PBL diikuti oleh 58 siswa kelas XII jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Rinciannya, 32 siswa jurusan IPS dan 26 siswa jurusan IPA.


Adapun yang ditanam kelompok tanaman selada seperti Romaine, Green Batavia, Read Butterhead dan Monday. “Karena waktu yang terbatas, kami hanya menanam satu kelompok sayuran selada,” ujar Guru Tamu SMA Nassa School sekaligus Pakar Hidroponik Indonesia Ronny Tanumihardja, kemarin.

Dalam menanam secara hidroponik, proses penyemaian sampai panen membutuhkan waktu kurang lebih lima minggu. Namun dalam PBL ini, siswa hanya sampai mengurus tanamannya dengan waktu sekitar 14 hari.


“Untuk prosesnya mereka hanya dua minggu saja, namun ketika proses panen mereka akan dilibatkan kembali untuk proses branding menjual hasil tanaman mereka yang sudah berhasil dipanen,” katanya.

Dikatakan, dalam PBL ini memasukkan sejumlah materi pembelajaran seperti Biologi, Geografi, Matematika, dan Ekonomi. Oleh karenanya dalam satu proyek siswa bisa mempelajari beberapa mata pelajaran secara langsung atau dalam bentuk nyata.

“Saya contohkan untuk materi Biologi apa sih sangkut pautnya sama proyek hidroponik ini, ternyata tanaman sebesar apapun dimulainya dari biji baru bisa menjadi daun dan juga buah.

Lalu kalo untuk matematika apa, yaitu siswa bisa belajar statistik berkembangnya tanaman dari satu inci sampai beberapa meter,” terangnya.

Salah satu siswa kelas XII Jurusan IPA SMA Nassa School Salma Rizkia Kamila mengungkapkan, bahwa proyek ini membuatnya cukup terpacu untuk mempelajari media cocok tanam hidroponik.

“Benar-benar senang banget sama proyek kali ini, karena dalam mata pelajaran yang saya pelajari prakteknya itu ada disini semua. Jadi saya bisa langsung melihat secara langsung prakteknya,” ungkapnya. (dew/oke)