Puluhan Tahun jadi TPS Liar

POTENSI BANJIR: Warga membuang sampah menggunakan gerobak di pinggiran Kali Bekasi, Bekasijaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi Senin (11/10). Kondisi itu berdampak buruk bagi lingkungan. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI.

RADARBEKASI.ID, BEKASI TIMUR – Tumpukan sampah nampak di tepi Kali Bekasi yang berada di wilayah Kelurahan Bekasijaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. Tanah lapang di tepi Kali Bekasi tersebut diketahui sudah puluhan tahun menjadi tempat penampungan sampah (TPS) liar. Peringatan hingga teguran juga sudah pernah dilayangkan oleh pemerintah setempat.

 Tumpukan sampah nampak di tanah lapang, bahkan sebagainnya mulai ditumbuhi rumput, di sisi yang lain sampah menumpuk hingga ke bibir kali, beruntung debit air sedang tidak tinggi. Nampak pula beberapa warga beraktivitas di area tersebut mengais sampah yang dianggap masih memiliki nilai ekonomi.


 Belakangan diketahui bahwa sampah tersebut berasal dari beberapa wilayah perumahan di sekitar lokasi. Lokasi tersebut diperkirakan telah puluhan tahun menjadi tempat pembuangan sampah, namun tidak tertata dengan baik.

 Lurah Bekasijaya, Ngadino menyampaikan bahwa tanah lapang tersebut merupakan milik warga sekitar. Pihaknya juga telah memberikan peringatan hingga teguran atas kehadiran tempat pembuangan sampah tersebut.


 “Dikeras-kerasin juga kan dari dulu buangnya disini, kita juga harus bisa mengerti, yang penting dia sudah kita beri tahu buang sampah jangan ke kali,” katanya, Selasa (12/10).

 Himbauan kepada masyarakat sudah diberikan melalui spanduk. Bahkan dari berbagai pihak sudah mendatangi lokasi tersebut, mulai dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi hingga Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.

 Saat ini, Ngadino mengaku tempat pembuangan sampah tersebut difungsikan sebagai tempat pembuangan sampah sementara (TPSS). Sampah yang datang dari lingkungan warga diangkut ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Sumurbatu oleh petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

 Namun, ia menyampaikan ada sejumlah masyarakat yang menggantungkan hidup dari lokasi pembuangan sampah tersebut. Diantaranya adalah mereka yang selama ini mengangkut sampah dari lingkungan masyarakat ke tempat pembuangan sampah.

 Selain dijadikan tempat pembuangan sampah, tanah di sepanjang aliran Kali Bekasi tersebut juga rawan longsor. Langkah terakhir untuk menertibkan dan menata lokasi tersebut adalah menunggu momentum revitalisasi Kali Bekasi.

 “Sudah (ada rencana penataan), itu kan mau diturap, kan mau dibangun sudah mulai bertahap, nanti kalau sudah diturap sudah pasti tidak ada pembuangan sampah (lagi),” tukasnya.

 

Sementara itu, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi diketahui dalam beberapa kesempatan sudah mendatangi bahkan menutup lokasi pembuangan sampah tersebut. Pihaknya mengizinkan lokasi tersebut menjadi lokasi TPSS, dengan catatan tertata dengan baik.

 “Kalau sampah itu berarti UPTDnya, kalau boleh jadi tempat penampungan sementara ya boleh, setelah itu dibawa ke Bantargebang, ke (TPST) Sumurbatu kita,” paparnya.

 Disampaikan sementara ini ada beberapa titik bank sampah di lingkungan RW di Kota Bekasi. Namun, Rahmat menyampaikan infrastruktur persampahan yang dimiliki oleh Pemkot Bekasi belum mampu mengatasi 1.800 ton sampah yang dihasilkan di Kota Bekasi.

 Diakui ada faktor ekonomi yang membuat tempat sampah ilegal sulit untuk dihilangkan.”Kan biasanya ada aspek ekonominya tuh, ada kardus, ada lain-lain, bisa saja. Tapi kalau ditata itu bagus kan,” pungkasnya. (sur)