Peristiwa

Demo Anarkis, 15 Anggota Pemuda Pancasila Tersangka

RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Polda Metro Jaya menetapkan 15 anggota Pemuda Pancasila (PP) sebagai tersangka KARENA membawa senjata tajam dalam unjuk rasa yang berakhir ricuh di Gedung DPR/DPD/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis.

“Dalam kegiatan demo tadi kita amankan 15 tersangka. Sudah ditetapkan tersangka, sudah diperiksa tadi di awal,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan di Jakarta, Kamis (25/11).

Zulpan mengungkapkan, total ada 21 orang yang ditangkap terkait unjuk rasa tersebut.
Sebanyak 15 orang telah ditetapkan sebagai tersangka lantaran terbukti membawa senjata tajam saat mengikuti unjuk rasa.

“Semua membawa senjata tajam. Ini senjata tajam yang sebenarnya tidak perlu dibawa karena membahayakan orang lain,” ujar Zulpan.

Dia mengungkapkan, lima orang masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik dan satu orang lainnya masih diperiksa secara terpisah atas dugaan pengeroyokan terhadap Kabag Ops Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Dermawan Karosekali.

Ke-15 tersangka itu langsung ditahan oleh pihak Kepolisian untuk dilakukan pemeriksaan intensif. “Ini nanti kita periksa lanjutan dan dilakukan penahanan,” kata Endra Zulpan.

Adapun pasal yang dipersangkakan kepada 15 tersangka tersebut, yakni Pasal 2 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang senjata tajam.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Hengki Haryadi meminta anggota Pemuda Pancasila (PP) yang mengeroyok perwira menengah kepolisian untuk menyerahkan diri atau diburu hingga tertangkap.

Hengki mengaku geram dengan ulah anggota PP yang memukul perwira menengah saat mengamankan unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR Jakarta, Kamis.

“Anggota kami justru dianiaya oleh rekan-rekan ini. Saya minta pelaku diserahkan atau kami kejar,” kata Hengki saat berorasi di atas mobil komando PP.

Hengki mengatakan, Kepala Bagian Operasional (KBO) Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Karosekali sebagai anggota yang berperan mengamankan aksi, justru dipukuli dan dikeroyok oleh anggota PP.

Padahal selama aksi berjalan, aparat kepolisian tidak melakukan penghalauan atau kekerasan terhadap pengunjuk rasa.

“Kami yang melayani rekan-rekan, justru dipukuli, dikeroyok. Apakah ini tujuan rekan-rekan datang kemari? Pamen kami luka-luka. Darah di mana-mana. Apakah kami tadi keras sama anda” Apa menghalangi kegiatan saudara?,” kata Hengki geram.

Hengki pun meminta pimpinan aksi unjuk rasa anggota ormas dengan ciri khas seragam hitam dan oranye itu untuk bertanggung jawab.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo pun geram karena mengetahui anggota polantas dipukuli oleh anggota Pemuda Pancasila.

“Siapa yang pukul anak buah saya? Sini…kalian sini. Saya komandannya. Siapa yang pukul anak buah saya,” tegas Sambodo di tengah kerumunan massa.

Sambodo meluapkan amarah ke arah mobil komando yang berisi anggota Pemuda Pancasila. Ia pun terlihat marah seraya mengacungkan telunjuk ke arah mobil pengeras suara.

Ratusan massa dari Pemuda Pancasila turun ke jalan di depan Gedung DPR/MPR, Jalan Gatot Subroto, Tanah Abang, Jakarta Pusat, sejak Kamis siang.

Massa menuntut permintaan maaf dari Wakil Ketua Komisi II DPR RI Junimart Girsang yang mendesak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) segera menertibkan sejumlah organisasi masyarakat (ormas), termasuk Pemuda Pancasila, yang kerap terlibat bentrokan serta meresahkan masyarakat. (wsa)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button