Perusahaan Aplikasi Terdampak Kebakaran Gedung Cyber

Kebakaran di Gedung Cyber yang berlokasi di Jl. Kuningan Barat Raya No.8, Mampang Prapatan, Jakarta, Kamis (2/12). Foto: Humas Jakfire.

RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Kebakaran yang menimpa Gedung Cyber 1, Mampang, Jakarta Selatan berimbas kepada layanan internet ke sejumlah perusahaan. Sejumlah aplikasi dan web dilaporkan down.

Beberapa perusahaan yang berkantor di sana antara lain PT Karyagraha Nusantara, PT IP Teknologi Komunikasi, PT Indo Pratama Cybernet, PT Orion Cyber Internet, Smartweb Indonesia, PT Telecommunication Software Support Centre, dan 30 perusahaan jasa internet serta sejenis.


Sedangkan perusahaan sekuritas atau broker yang juga menyewa gedung Cyber, yaitu PT Indo Premier Sekuritas (Indo Premier) dan PT Ajaib Sekuritas (Ajaib).

Di antara perusahaan tersebut, Indo Premier dan Ajaib mengumumkan bahwa mereka terdampak akibat peristiwa kebakaran di gedung Cyber.


”Kita termasuk satu dari broker-broker yang terkena musibah itu. Kami lagi proses untuk kita pindahkan koneksi ke ke lokasi lain,” katanya Direktur Utama Indo Premier Sekuritas Moelonoto kepada wartawan.

Terkait gangguan tersebut, Indo Premier juga langsung mengunggah pengumuman resmi melalui media sosial Twitter dan Instagram. Dalam unggahan tersebut, pihak Indo Premier memastikan seluruh data nasabah aman.

Broker lain yang mengalami gangguan adalah Ajaib Sekuritas. Melalui unggahan pada akun resmi Instagram nya, manajemen sekuritas mengakui terjadinya gangguan tersebut.

“Data center mengalami kebakaran. Sementara akan terjadi gangguan dalam bertransaksi,” demikian kutipan unggahan tersebut, Kamis.

Hal yang sama dialami jaringan bioskop Cinema 21. Para pengguna aplikasi MTIX tidak bisa mengakses layanan pembelian tiket secara online. Sebagai gantinya, pengguna diminta membeli tiket langsung di lokasi bioskop.

“Hi Sobat XXI, mohon maaf untuk ketidaknyamanan yang sedang terjadi pada aplikasi m.tix. Saat ini, tim kami sedang berupaya mengatasi kendala tersebut. Mohon bersabar ya,” tulis akun Instagram @cinema.21.

Selain website dan aplikasi, kebakaran gedung Cyber juga berdampak pada putusnya jaringan internet milik PT Inet Global Indo. Jaringan internet Inet digunakan pada apartemen Bassura City, Jakarta Timur.

“Sehubungan dengan adanya insiden kebakaran (Force Majure) yang terjadi di Head Office gedung Cyber 1 pada hari ini, Kamis 2 Desember 2021 dan saat ini sedang ditangani oleh petugas pemadam kebakaran. Dikarenakan insiden ini seluruh layanan tidak dapat digunakan,” tulis pengelola apartemen Bassura City.

Sementara itu, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Bursa Efek Indonesia (BEI) Laksono W Widodo mengatakan, dua broker atau pialang saham terkendala akibat insiden kebakaran di Gedung Cyber.

“Ada dua broker yang terkendala karena kebakaran ini dan satu broker yang self suspend. Yang lain berjalan normal,” ujar Laksono di Jakarta, Kamis.

Dalam keterangan resminya, BEI menyatakan pada Kamis (2/12) pukul 12.25 WIB telah terjadi insiden kebakaran pada salah satu area kerja BEI yang berlokasi di luar Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta.

BEI menyatakan kejadian tersebut tidak berdampak pada data center BEI dan operasional perdagangan BEI tetap berjalan dengan normal. (wsa)