PK Desak Musda Golkar

Tuti Nurcholifah Yasin

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sejumlah Pengurus Kecamatan (PK) DPD Golkar Kabupaten Bekasi mempertanyakan waktu pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) berlangsung. Pasalnya, setelah Ketua DPD Golkar, Eka Supria Atmaja, meninggal dunia beberapa waktu lalu, belum ada ketua definitif. Rencananya, para PK ini akan mengajukan surat permohonan Musda.

Ketua PK Cikarang Pusat DPD Golkar Kabupaten Bekasi, Nemin Lasmana mengatakan pada saat rapat bersama DPD dirinya mempertanyakan kapan Musda bisa dilaksanakan. Kemudian, Plt Ketua DPD Golkar menyarankan, agar PK mengajukan surat permohonan Musda.


“Saat rapat saya mempertanyakan kapan Musda, terus arahan dari Plt agar mengajukan surat permohonan Musda. Kita berencana mengajukan surat permohonan Musda, sesuai arahan Plt,” ujarnya kepada Radar Bekasi.

Menurutnya, dengan tidak adanya ketua definitif organisasi tidak bisa berjalan secara maksimal. Walaupun ada Plt maupun kepengurusan-kepengurusan yang lain. Selain itu, agar tidak ada kerancuan, mengingat dengan tidak adanya ketua definitif banyak isu yang muncul.


“Ya, karena ketua definitif itu harus ada. Supaya tidak ada kerancuan, karena dengan tidak adanya ketua definitif jadi banyak isu,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris DPD Golkar Kabupaten Bekasi, Tuti Nurcholifah Yasin menjelaskan pada saat konsolidasi bersama PK di kantor DPD, memang ada beberapa PK memberi masukan pelaksanaan Musda. Kemudian, Plt ketua yang memimpin rapat menyarankan, agar PK mengajukan surat Musda, nanti akan dibawa ke DPD Jawa Barat.

Namun demikian, Tuti menegaskan Plt ketua sudah membantu menjalankan program-program yang tidak berjalan, karena sempat terhenti setelah Ketua DPD Golkar, Eka Supria Atmaja, meninggal dunia. “Alhamdulilah, hampir dua bulan ada Plt ini program-program mulai berjalan sedikit-sedikit,” jelasnya.

Sayangnya, saat disinggung mengenai dirinya akan maju sebagai calon Ketua DPD Golkar Kabupaten Bekasi apa tidak, perempuan yang sempat mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Bekasi ini belum bisa memastikannya. “Kalau untuk maju apa enggak, kita lihat nanti,” tukasnya. (pra)