Berita UtamaPendidikan

Didik Guru Mampu Menulis

Ketua Komunitas Pendidik Penulis Bekasi Raya Prawiro Sudirjo

Ketua Komunitas Pendidik Penulis Bekasi Raya Prawiro Sudirjo

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Berdiri sejak tahun 2017 komunitas pendidik penulis Bekasi Raya, hadir sebagai salah satu wadah bagi guru yang memiliki hobby menulis. Berbagai dampak positif ikut dirasakan dari terbangunnya komunitas tersebut, salah satunya ialah para pendidik dapat lebih berani untuk mengembangkan kemampuannya dalam menulis, sebab dalam komunitas ini sendiri guru dapat saling mengasah, memotivasi dan juga menginspirasi satu sama lain.

Berbagai kegiatan dalam mendorong kemampuan menulis guru ikut diselenggarakan, salah satunya dihadirkan kelas menulis puisi, kelas menulis cerpen, diklat jurnalistik, kelas menulis novel, kelas menulis karya ilmiah, kelas menulis buku, kelas editor, kelas menulis untuk pelajar dan berbagai kegiatan lomba serta webinar yang biasanya diagendakan setiap minggu ataupun setiap bulannya dalam komunitas tersebut.

“Dibangunnya komunitas ini adalah untuk menunjang dan mendorong kemampuan guru agar lebih baik, sehingga berbagai upaya kami lakukan untuk lebih menunjang kemampuan guru dalam menulis salah satunya adalah dengan mengadakan berbagai kelas, lomba dan juga webinar,” ujar ketua Komunitas Pendidik Penulis Bekasi Raya Prawiro Sudirjo kepada Radar Bekasi Sabtu, (11/12).

Dalam komunitas tersebut, guru akan melewati beberapa tingkatan. Pada tingkat pertama guru yang belum pernah menulis akan diminta untuk ikut menulis secara berbarengan dalam buku antologi, kemudian pada level kedua guru dapat membuat buku tunggal atas nama diri sendiri, dan selanjutnya berada pada level tiga,  guru sudah dapat menulis buku tunggal dan wajib mengikuti tes sertifikasi penulis oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), Penulis Editor Profesi (PEP) dan juga Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

“Jadi bukan hanya sekedar bisa, tetapi mereka juga harus melewati beberapa prosesnya tidak langsung. Nah adanya komunitas ini adalah untuk mensuport para guru agar bisa menerbitkan karya buku hasil buatan sendiri” jelasnya.

Kemudian untuk saat ini dengan beranggotakan 200 guru, komunitas pendidik penulis Bekasi Raya, telah menerbitkan 40 judul buku antologi baik sastra maupun non fiksi yang sudah berstandar International Standard Book Number (ISBN) dan juga sudah menerbitkan 14 edisi majalah edukasi yang berstandar International Standard Of Serial Number (ISSN).

“Jadi 40 judul buku yang sudah diterbitkan merupakan karya guru, sehingga dalam 1 tahun komunitas pendidik penulis bekasi raya berhasil menerbitkan 10 judul buku antologi baik sastra maupun non fiksi” tuturnya.

Beberapa buku yang sudah diterbitkan, dapat disesuaikan dengan kebutuhan guru. Misalnya, ada yang dicetak cukup banyak untuk dibagikan kepada sanak keluarga dan juga teman, ada juga yang hanya dicetak sedikit untuk syarat kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil (PNS), dicetak hanya sebagai koleksi dan ada juga yang dicetak untuk diperjual belikan.

“Penerbit kita mandiri atau indie, jadi melalui iuran bareng-bareng untuk mencetak buku, jika yang tidak ada biaya maka hanya mendapatkan file buku PDF dan suatu waktu ada rejeki baru akan dicetak sendiri”ucapnya.

Prawiro berharap hadirnya komunitas pendidik penulis bekasi raya dapat terus menerus berjuang untuk bermanfaat bagi masyarakat Kota dan juga Kabupaten Bekasi khususnya di bidang literasi. “ Saya ingin komunitas ini bisa ikut serta dalam memajukan kemampuan literasi bukan hanya untuk guru tetapi juga untuk siswanya” pungkasnya.

Melepas Penat dengan Menulis

Tidak ada cara lain untuk mendapatkan ilmu selain dengan giat membaca. Ya, itulah yang dirasakan Ketua Komunitas Pendidik Penulis Bekasi Raya Prawiro Sudirjo. Menurutnya membaca bukan hanya sekedar teks saja, namun  merupakan hal yang dialami, dirasakan dan juga dapat dipraktekan.

“Membaca itu bisa kita lakukan baik dalam bentuk buku ataupun media visual digital, membaca juga saya ibaratkan sebagai jembatan untuk menimba ilmu sebaik-baiknya” tuturnya.

Ketika membaca dirinya dapat menemukan berbagai ide, sebagai salah satu bahan tulisannya. Hingga saat ini sudah 3 judul buku tunggal berhasil dicetak salah satunya ialah buku dengan judul “Guru Medsos masuk Tv” pada tahun 2017, “Jalan Hidup dan Cinta” pada tahun 2018 dan “Yang Tak Terjelaskan” pada tahun 2021.

“Berkat hobby membaca saat ini saya bisa menulis berbagai judul buku yang sudah diterbitkan, saya merasa senang ketika hobby saya bisa tersalurkan dengan baik. Hobby saya ini juga saya tularkan kepada anak-anak saya, karena saya yakin membaca dan juga menulis bisa membawa mereka menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas” ucapnya.

Ketika suntuk dan juga bosan datang melanda, Prawiro mengisinya dengan menulis sebuah karangan puisi dengan berbagai judul sebab dengan puisi beberapa rasa dan juga hal yang dialami dapat dituangkan dengan mudah.

“Obat terampuh ketika saya lagi bosen adalah membuat sebuah karangan puisi, gatau kenapa tiba-tiba suntuk dan juga bosennya langsung hilang karena semua nya saya luapkan dalam bentuk tulisan” pungkasnya. (Dew)

BIODATA

Prawiro Sudirjo

Tempat Tanggal Lahir : Cirebon, 5 September 1978

Pendidikan :

– SD Mundupesisir 1 Kabupaten Cirebon 1990

– SMP NU Lemahabang Cirebon 1993

– STM Negeri Cirebon 1996

– (D3) Politeknik Institut Teknologi Bandung 1999

– (D4) Politeknik Technical Education Development Center (TEDC) Cimahi 2008

Related Articles

Error, no group ID set! Check your syntax!
Back to top button