Penjualan Ornamen Natal Meningkat

PERNAK-PERNIK NATAL : Pembeli melihat-lihat pernak-pernik natal di kawasan Pasar Baru Kota Bekasi. Senin (20/12). Pedagang mengaku jelang Hari Raya Natal pernak-pernik natal mulai diburu sehingga ada kenaikan 20 persen dibanding tahun lalu. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI TIMUR – Hari Raya Natal tahun ini merupakan tahun kedua dirayakan pada masa pandemi Covid-19. Pedagang ornamen atau pernak-pernik mengaku tahun ini ada peningkatan penjualan.

Dibandingkan tahun lalu, pedagang mengaku penjualan mereka naik 20 persen.Hal itu juga dirasakan, Peter menjual pernak-pernik Natal di tokonya, Jalan Ir H Juanda, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi.


Nampak bermacam pernak-pernik terpajang, mulai dari pohon natal, hiasan lampu, hingga hiasan dinding. Pembeli bisa datang langsung ke tokonya untuk membeli pernak-pernik tersebut.

“Setelah melewati pandemi ini ya, puji Tuhan agak rame dibanding tahun yang lalu, terus penyambutannya luar biasa,” katanya, Senin (20/12).


Sejak awal bulan Desember hingga lima hari menjelang Natal, total ratusan pohon natal sudah terjual ke berbagai daerah di Jawa Barat, seperti Bogor, Bandung, dan Karawang. Harga jual kata Peter tidak berubah semakin mendekati Natal.

Pernak-pernik bisa dibeli mulai dari harga Rp5 ribu hingga yang paling mahal Rp5 juta. Pohon natal nampak terpajang mulai dari ukuran kecil, sedang, hingga besar.

“Kalau harga tidak ada kenaikan, stabil aja. Stok juga tersedia banyak seperti pohon natal dari yang ukuran kecil sampai besar,” tambahnya.

Pada perayaan natal tahun ini, Menteri Agama (Menag) telah mengeluarkan surat edaran nomor 33 tahun 2021. Surat edaran tersebut diterbitkan dalam rangka mencegah, menanggulangi, dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di gereja sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dalam perayaan natal tahun 2021. (sur).