Berita Bekasi Nomor Satu

Tiga Ruang Kelas SMPN 3 Cikarang Pusat Butuh Perbaikan

RUSAK: Humas SMPN 3 Cikarang Pusat, Edi Herdiansyah, menunjukkan kondisi plafon ruang kelas yang rusak. FOTO: ANDI MARDANI/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Tiga ruang kelas di SMPN 3 Cikarang Pusat membutuhkan perbaikan. Usulan rehabilitasi telah diajukan pihak sekolah dalam tiga tahun terakhir, namun hingga kini belum terealisasi.

Kondisi bangunan dinilai mengkhawatirkan. Sejumlah bagian kayu, atap, dan plafon sudah rapuh sehingga berpotensi ambruk. Akibatnya, tiga ruang kelas tersebut tidak lagi digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Humas SMPN 3 Cikarang Pusat, Edi Herdiansyah, mengatakan konsultan sudah datang ke sekolah untuk meninjau kondisi bangunan tersebut. Berdasarkan informasi yang diterimanya, rehabilitasi direncanakan dilakukan tahun ini.

“Kemarin sudah ada infonya bahwa tahun ini tiga ruang kelas tersebut akan direhab total. Tapi hingga kini belum juga ada informasi kapan akan dilakukan,” kata Edi, Rabu (24/6).

Menurutnya, kondisi tembok masih terlihat kokoh, namun bagian atap dan plafon sudah rapuh. Pasalnya, bangunan tersebut belum pernah direhabilitasi sejak dibangun pada 2007.

“Memang kondisi tembok masih kokoh, tetapi plafon dan atapnya sudah rapuh karena sejak dibangun pada 2007 hingga kini belum pernah direhabilitasi,” ujarnya.

Kerusakan tiga ruang kelas tersebut bahkan berdampak pada penerimaan peserta didik baru. Pada tahun ajaran 2026/2027, SMPN 3 Cikarang Pusat hanya menerima 128 siswa yang dibagi ke dalam empat rombongan belajar (rombel) karena keterbatasan ruang kelas.

“Kalau fasilitasnya memungkinkan, mungkin bisa sampai lima hingga enam rombel. Karena itu saya berharap Pemerintah Daerah memprioritaskan pembangunan infrastruktur, terutama perbaikan ruang kelas,” tuturnya.

Ia menambahkan, bangunan yang mengalami kerusakan bukan hanya ruang kelas, tetapi juga ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS), perpustakaan, dan ruang kepala sekolah. (and/*)