Berita Bekasi Nomor Satu
Bekasi  

Keluarga Minta Nyawa Dibayar Nyawa

SELESAI AUTOPSI : Tim Forensik Mabes Polri meninggalkan tempat pembongkaran makam di Kawasan Jatiwaringin, Pondok Gede, Kota Bekasi, Selasa (25/1). Pembongkaran makam tersebut dilakukan guna melakukan autopsi untuk memastikan penyebab kematian AY. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, PONDOK GEDE – Makam keluarga di Jalan Setia 1E, Kelurahan Jatiwaringin, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi dipenuhi warga untuk menyaksikan proses autopsi oleh petugas forensiK, Selasa siang kemarin. Pembongkaran makam dan autopsi disaksikan langsung oleh keluarga AY (18), korban yang meninggal dunia sepekan lalu serta mendapat penjagaan pihak kepolisian.

Ya, Setelah yakin ada yang tidak wajar dari kematian AY (18), makam remaja yang baru seminggu bekerja di perusahaan jasa pengiriman barang dibongkar untuk dilakukan autopsi. Pembongkaran makam dan autopsi dilakukan atas permintaan keluarga.

Kecurigaan pihak keluarga muncul tiga hari setelah AY dikabarkan meninggal dunia di dapur rumah nomor 162, RT 05/02, Jalan Swadaya 3, Kelurahan Jatiwaringin. Jumat (21/1) lalu. Saksi yang melihat kondisi awal memberanikan diri bercerita pada keluarga korban.

Cerita dari saksi berinisial MG (13) menguatkan kecurigaan keluarga, awalnya keluarga menerima kabar bahwa AY meninggal dunia dari terduga tersangka berinisial T. Keluarga meminta penegak hukum untuk menjatuhkan hukuman seadil-adilnya kepada terduga pelaku jika terbukti melakukan tindak pidana pembunuhan.

“Saya cuma minta satu, tegakkan hukum seadil-adilnya, kalau bisa nyawa dibayar nyawa,” kata kakak korban, Ahmad Nasir (42) saat dijumpai di lokasi makam, Selasa (25/1).

Keterangan yang didapat keluarga korban dari saksi, korban tidak mendapat penanganan medis satu jam sejak ditemukan tidak berdaya, hingga akhirnya korban dipastikan telah meninggal dunia.

Belum diketahui apa motif terduga pelaku. Namun Ahmad memastikan bahwa adiknya pada hari Selasa (18/1) dijemput oleh terduga pelaku pagi hari di rumah, diajak main game online bersama dengan rekan-rekannya yang lain.

“Kalau untuk motif mohon maaf kita juga nggak tau, karena adik saya itu dijemput sama pelaku, kalau anak-anak sekarang bilang mabar ya,” tambahnya.

Tabir kepergian AY mulai menemui titik terang saat tiga hari kemudian saksi dan orang tuanya mendatangi keluarga korban untuk menceritakan secara utuh kronologis AY ditemukan tak berdaya. Setelah didatangi saksi dan keluarga pada siang harinya, menjelang malam orang tua terduga pelaku datang untuk meminta maaf dan mengatakan peristiwa yang melibatkan AY dan T di dalam rumah MG hanya bercanda.

Sebelum diduga melarikan diri dan tidak lagi terlihat di lingkungan sekitar, T diketahui sempat datang ke rumah duka untuk mendoakan AY. Terduga pelaku juga sempat datang ke makam AY usai proses pemakaman selesai dilakukan oleh keluarga.

“Pelaku itu waktu korban disemayamkan, dia sempat ikut ngaji. Lalu setelah selesai menguburkan, pelaku datang ke makam, tapi untuk tahlilan tidak datang,” tukasnya.

Keluarga meyakini terduga pelaku sudah tidak berada di Kota Bekasi, terakhir mendapat informasi keberadaan terduga pelaku di kawasan Tanah Abang, Jakarta. AY dan T merupakan teman sewaktu duduk di tingkat Sekolah Dasar (SD).

Area makam AY ditutup rapat menggunakan terpal selama proses pembongkaran makam dan autopsi, petugas forensik membawa sampel ke RS Polri untuk meyakinkan penyebab kematian AY.

“Proses autopsi dari Forensik Mabes (Polri), prosedurnya setelah kita minta mereka datang, kemudian dilakukan autopsi untuk mengungkap apa yang terjadi,” ungkap Kapolsek Pondok Gede, Kompol Puji Hardi.

Saat ini laporan dugaan pembunuhan tengah ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian.

Sebelumnya, AY dikabarkan meninggal dunia oleh T lantaran terjatuh di dapur rumah MG, tempat mereka berada saat itu. Saksi MG mendapati AY pertama kali dalam keadaan kaki dan tangan terikat, mulut ditutup lakban dalam kondisi setengah tiarap.

Awalnya MG tidak menceritakan peristiwa yang ia lihat pertama kali lantaran dilarang oleh T. Kabar yang diterima oleh keluarga berbeda versi, kabar pertama AY meninggal dunia lantaran terpeleset di kamar mandi, kabar lain yang sama-sama disampaikan oleh T bahwa AY meninggal lantaran jatuh dari tangga akses menuju ke lantai dua rumah. (sur)